
Selawe.com – Sore yang cerah di bulan Ramadhan menjadi saksi pertemuan lintas generasi di SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School).
Sebanyak 356 siswa dan alumni memadati kegiatan Ifthar Ning Berlian (INB), sebuah momentum yang tidak sekadar buka puasa bersama, tetapi juga merajut kembali kenangan dan harapan masa depan.
Kegiatan bertema “Ramadhan Penuh Cinta, Bersama Menuju Kemenangan” itu digelar pada Senin (6/3/2026) dan diikuti siswa kelas V, VI, serta alumni angkatan pertama hingga ke-11.
Kepala Berlian Primary School, Farikha, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, sore hari ini cerah. Terima kasih anak-anakku semua sudah hadir mengikuti kegiatan INB di sekolah kita tercinta,” ujarnya.
Ia juga menyapa alumni yang hadir dengan penuh kehangatan. “Kakak-kakak alumni, halo! Berapa jumlah alumni yang hadir? Sekitar 200 orang, ya?” katanya, disambut antusias para peserta.
Menurut Farikha, kegiatan INB merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan pengalaman kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Adik-adik kelas V dan VI, ini adalah momen kita untuk bersilaturahmi dan merasakan suasana buka bersama di sekolah,” tuturnya.
Ia menambahkan, kehadiran alumni lintas angkatan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menghadirkan alumni angkatan pertama dan keempat untuk berbagi kisah perjalanan mereka.
“Ada yang sudah menjadi pengusaha, menempuh pendidikan dokter, mengenakan seragam kepolisian, hingga bekerja sebagai konsultan lingkungan. Ini bukti bahwa kalian juga bisa meraih mimpi,” ujarnya.
Farikha pun berharap, para siswa kelak tetap menjaga kedekatan dengan almamater. “Semoga saat adik-adik menjadi alumni, kalian tetap ingat sekolah ini dan tidak melupakan perjalanan saat melanjutkan pendidikan,” katanya.
“Amiiin,” jawab para siswa serempak. Salah satu alumni angkatan pertama, Auliya’ Nabilah Sya’ban, mengaku haru sekaligus gugup saat kembali ke sekolah.
“Saya deg-degan saat mendapat undangan INB. Setelah sekian lama, ternyata sekolah ini sudah jauh lebih berkembang, tetapi para gurunya masih terasa sangat dekat,” ujarnya.
Ia berpesan kepada para siswa agar terus semangat belajar dan menjaga ibadah. “Semangat belajar dan jangan lupa beribadah. Semoga sukses selalu,” katanya.
Hal senada disampaikan alumni angkatan pertama lainnya, Muhammad Arifin Gymnastiar. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan INB sejak lulus lebih dari satu dekade lalu.
“Saya kagum melihat perubahan yang terjadi. Sekolah ini semakin maju,” ujarnya. Ia pun menyampaikan harapannya bagi sekolah. “Semoga terus berkembang dan bisa melangkah ke tingkat internasional,” katanya.
Kegiatan INB semakin semarak dengan penampilan seni dari alumni yang kini menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 12 GKB dan SMA Muhammadiyah 10 GKB. Penampilan menyanyi dan pembacaan puisi menambah hangat suasana kebersamaan di sore Ramadhan tersebut.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga ruang inspirasi bagi siswa untuk menatap masa depan—bahwa dari ruang kelas yang sama, lahir beragam jalan sukses yang dapat mereka jejak di kemudian hari. (*)
Penulis Waviq Amiqoh. Editor Ichwan Arif.












