Liputan

Motivasi Penting Alumni Spemdalas yang Bekerja HR di Tesla Berlin Jerman

61
×

Motivasi Penting Alumni Spemdalas yang Bekerja HR di Tesla Berlin Jerman

Sebarkan artikel ini
Alumni Spemdalas
Alumni Spemdalas Evan Haydar, sosok inspiratif yang kini berkiprah sebagai profesional di Divisi Human Resources (HR) di Tesla Berlin, Jerman.

Selawe.com – Suasana sore di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik terasa berbeda dari biasanya. Tepat pukul 14.30, Kamis (6/11/2025) alumni Spemdalas yang kini meniti karier di perusahaan teknologi kelas dunia, Tesla Berlin, kembali menapakkan kaki di sekolah tempat ia dulu menimba ilmu.

Dia adalah Evan Haydar, sosok inspiratif yang kini berkiprah sebagai profesional di Divisi Human Resources (HR) di Tesla Berlin, Jerman.

Berbalut hem putih panjang, celana hitam, dan sepatu putih, Evan tampil sederhana namun berwibawa. Langkahnya yang mantap menuju Andalusia Hall untuk melaksanakan salat Asar berjamaah bersama para siswa kelas IX menjadi awal dari momen yang penuh makna.

Seusai salat dan dzikir bersama, suasana berubah hangat ketika guru Bimbingan Konseling (BK) Indra Bagaskoro, S.Psi. mempersilakan Evan untuk berbagi kisah dan pengalaman hidupnya di hadapan para siswa.

Dalam sesi berbagi inspirasi tersebut, Evan menceritakan perjuangannya selama sembilan tahun tinggal di Berlin hingga akhirnya bergabung dengan Tesla selama satu setengah tahun terakhir. Dengan gaya bicara yang ramah dan penuh semangat, ia mengenang masa-masa sekolahnya di Spemdalas yang penuh warna dan pembelajaran berharga.

“Dulu saya bukan siswa dengan nilai paling tinggi,” ungkap Evan sambil tersenyum. “Tapi saya belajar banyak tentang disiplin, karakter, dan semangat pantang menyerah di Spemdalas. Hal-hal itulah yang justru menjadi bekal utama saya ketika hidup di luar negeri.”

Siswa tampak antusias mendengarkan kisah perjalanan Evan—dari Gresik hingga ke Jerman. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kemampuan beradaptasi, dan keimanan dalam meraih cita-cita.

“Dunia itu luas. Tapi pondasi yang kuat dimulai dari sini—dari sekolah dan lingkungan yang mendidik kita dengan nilai-nilai Islam,” pesannya.

Alumni
Alumni Spemdalas Evan Haydar, sosok inspiratif yang kini berkiprah sebagai profesional di Divisi Human Resources (HR) di Tesla Berlin, Jerman.

Kursus Intensif Bahasa Jerman

Usai lulus SMA, Evan memutuskan mengikuti kursus intensif bahasa Jerman di Surabaya sebelum akhirnya melanjutkan kuliah ke Jerman.

“Selama kuliah, saya kerja serabutan. Dari pabrik, jaga toko, restoran, sampai kasir juga pernah,” ujarnya.

Dia menuturkan, etika dan karakter kuat itu modal utama untuk bertahan dan tumbuh. Dia mengakui bahwa doa dan dukungan orang tua adalah kekuatan terbesar dalam setiap langkahnya.

“Setiap langkah saya di luar negeri selalu ada doa orang tua di belakangnya,” katanya penuh haru. Selain itu, ia menambahkan bahwa keberhasilan bukan hanya hasil kerja keras, tetapi juga campur tangan Tuhan.

“Tanpa Allah, kita nggak akan bisa. Kita bisa merencanakan, tapi Allah yang menentukan,” tegasnya.

Di penghujung sesi, Evan menyampaikan tiga pesan penting untuk siswa. Pertama, dengarkan nasihat guru, kedua berusahalah sekuat tenaga, dan ketiga jangan lupa berdoa.

Zona Nyaman

Suasana semakin hidup ketika Averroes Rahma Atama, siswa kelas IX Fez, memberanikan diri bertanya, “Kuliah di mana dan ambil jurusan apa, Kak?”

Evan pun mengapresiasi keberanian tersebut. “Orang yang berani bertanya, tandanya dia akan sukses,” ujarnya sambil tersenyum.

Dia kemudian menjelaskan bahwa dirinya menempuh studi di Hochschule für Technik und Wirtschaft (HTW) Berlin, mengambil jurusan International Business, bidang yang menjadi fondasi penting dalam karier globalnya.

Hal serupa dengan pertanyaan dari Vanes Ramadhani Reanovrian. Siswa kelas IX D ini menanyakan motivasinya keluar dari zona nyaman.

Evan menjelaskan sejak kecil rasa ingin tahu muncul, ada apa sih di luar sana? “Hidup itu keras, jadi kita harus berani keluar dari zona nyaman demi masa depan yang lebih baik,” jawabnya mantap.

Sosok Ibu

Saat ditanya oleh MC tentang arti ibu, Spemdalas, teman, dan dunia, Evan menjawab penuh refleksi. Ibu baginya adalah sosok yang selalu mendukung, mendoakan, dan hadir dalam setiap langkah hidupnya.

Sedangkan Spemdalas, menurutnya, adalah tempat yang menanamkan kebiasaan baik dan nilai-nilai filantropi. “Sejak di Spemdalas, saya sudah diajarkan untuk berbagi. Semakin saya memberi, semakin banyak rezeki Allah bukakan,” ungkapnya.

Sosok teman, Evan pun menyampaikan faktor penting dalam membentuk masa depan. “Teman itu sangat memengaruhi kalian. Maka, pilihlah teman yang baik,” pesannya. Terakhir arti dunia, menurut Evan, adalah tempat ujian. “Dunia itu cobaan yang harus dilalui agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses,” jelasnya.

Menutup sesi inspiratif tersebut, Evan menjawab satu pesan yang masuk lewat WhatsApp yang disampaikan MC. “Apa yang pertama diperbaiki saat ingin memperbaiki diri?”

Dengan tenang dia menjawab, ubah dulu lingkunganmu. Apa yang kamu lihat, dengar, dan ikuti. Lingkungan yang baik akan menuntun pada kesuksesan.

Kehadiran Evan Haydar di Spemdalas bukan sekadar ajang melepas rindu, tetapi menjadi momen berharga bagi para siswa untuk belajar langsung dari sosok alumni yang telah menembus dunia internasional. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa dari Gresik pun, mimpi besar bisa terbang hingga ke Jerman. (*)

Penulis M Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.