Liputan

Ikhtiar Siswa Mugeb Menjemput Derajat Mulia di Friday Boarding School

23
×

Ikhtiar Siswa Mugeb Menjemput Derajat Mulia di Friday Boarding School

Sebarkan artikel ini

Siswa kelas VI Mugeb Primary School memperkuat spiritualitas melalui agenda Friday Boarding School selama dua hari.

Selawe.com — Jumat sore itu, selasar SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik tak bersiap untuk sunyi. Langkah-langkah kecil siswa kelas VI justru mengisi ruang sekolah dengan semangat yang berbeda—bukan semangat pulang, melainkan kesiapan menapaki perjalanan batin.

Tas-tas masih tergantung di pundak. Wajah-wajah muda itu berkumpul untuk memulai Friday Boarding School (FBS) Ke-3, sebuah petualangan spiritual bertema “Deepen My Spirituality” selama dua hari, Jumat–Sabtu (23–24 Januari 2026).

Di usia yang bersisian dengan masa peralihan menuju jenjang pendidikan berikutnya, kegiatan ini dirancang bukan sekadar mengisi waktu menginap di sekolah. FBS menjadi ikhtiar menanamkan fondasi iman dan rasa syukur agar para siswa tak hanya siap secara akademik, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual menghadapi tantangan masa depan.

Puncak antusiasme siswa terlihat saat sesi motivasi berlangsung. Pihak sekolah menghadirkan Hilmi Aziz Hamim, M.Pd.I, Wakil Ketua PDM Gresik, untuk membakar semangat para peserta.

Dengan gaya bahasa yang menyentuh, Hilmi langsung mengajak siswa menoleh sejenak pada fasilitas yang mereka nikmati. Ia mengingatkan bahwa keberuntungan yang mereka miliki saat ini adalah amanah yang harus mereka syukuri dengan sungguh-sungguh.

“Tidak semua anak mendapatkan fasilitas sekolah seperti kalian. Ada sekolah yang atapnya masih bocor sehingga ketika hujan air masuk ke kelas, ada pula sekolah yang halamannya banjir dan berlumpur,” ungkapnya.

“Bahkan di beberapa daerah yang terkena bencana, sekolahnya tenggelam lumpur. Maka kita benar-benar harus bersyukur atas nikmat Allah,” lanjut Hilmi di depan puluhan pasang mata yang menyimak dengan takzim.

Bukti Nyata Pelajar yang Bersyukur

Bagi Hilmi, syukur bukan sekadar ucapan di bibir. Ia membedah makna syukur menjadi tiga pilar utama: hati, lisan, dan perbuatan. Ia menjelaskan bahwa syukur hati berarti meyakini seluruh nikmat berasal dari Sang Pencipta, sementara lisan mewujud dalam ucapan “Alhamdulillah”. Namun, yang paling krusial bagi seorang pelajar adalah syukur melalui perbuatan, yakni menggunakan fasilitas dan kesempatan untuk menebar kebaikan dan prestasi.

Ia merujuk pada Surah Ibrahim ayat 7 sebagai landasan wajibnya bersyukur. Hilmi menekankan bahwa kemalasan adalah bentuk nyata dari pengingkaran nikmat.

“Ketika Allah memberi kita fasilitas sekolah yang baik, lalu kita malas belajar, itu termasuk tidak bersyukur. Bersyukur tidak cukup dengan hati dan lisan saja, tetapi juga harus dibuktikan dengan perbuatan,” tegasnya dengan nada yang menggebu.

Guna memperkuat argumennya, Hilmi mengutip Surah Al-Mujādilah ayat 11 yang menjanjikan derajat tinggi bagi orang beriman dan berilmu. Ia meyakinkan para siswa bahwa kesungguhan menuntut ilmu akan membuka jalan kemudahan menuju kebaikan.

“Janji Allah tersebut seharusnya menjadi bahan bakar utama bagi siswa kelas VI untuk terus berjuang di tengah padatnya jadwal akademik,” tuturnya.

Ikhtiar Menjemput Derajat Mulia

Namun, jalan menuju kesuksesan dan surga bukanlah jalan setapak yang mulus. Hilmi mengingatkan, setiap pencapaian besar menuntut pengorbanan dan kesabaran ekstra. Ia menyitir Surah Ali ‘Imran ayat 142 untuk menegaskan, Allah menguji siapa saja yang benar-benar berjihad (bersungguh-sungguh) dan bersabar dalam proses mencari ilmu.

“Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum mengetahui orang-orang yang sabar?” tanya Hilmi retoris, mengutip ayat tersebut untuk memancing renungan mendalam para siswa. Kalimat ini seolah menjadi pengingat bahwa lelahnya belajar adalah bagian dari investasi akhirat yang tak ternilai harganya.

Sebagai penutup, Hilmi berpesan agar para siswa tidak hanya menggantungkan cita-cita setinggi langit, tetapi juga membumikannya dengan ikhtiar maksimal, doa yang tak putus, serta tawakal yang penuh. Melalui Friday Boarding School ini, Mugeb Primary School berharap para lulusannya kelak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan spiritual yang berasaskan syukur. (*)

Penulis: Kaiisnawati Editor: Sayyidah Nuriyah