
Selawe.com – Dua tim SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresi berhasil lolos seleksi proposal dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Salah satu tim mengangkat judul penelitian Pot Biodegradable dari Limbah Rumah Tangga sebagai Solusi Krisis Sampah Plastik dan Dukungan Ketahanan Pangan yang ditulis Kayyisah Dziarahmah dan Nova Kinanti Nabihah dari kelas 8 Ferum.
Menariknya, dalam proses bimbingan, Kayyisah saat ini sedang berada di Amerika Serikat. Meski terpisah jarak, komunikasi dan koordinasi tetap berjalan intens melalui WhatsApp (WA).
“Walaupun tidak bertemu langsung, kami tetap diskusi rutin lewat chat. Justru ini jadi pengalaman baru belajar kolaborasi jarak jauh,” ujar Nova.
Kayyisah pun mengungkapkan semangatnya mengikuti penelitian dari luar negeri. “Saya tetap ingin berkontribusi maksimal. Perbedaan waktu bukan jadi hambatan, tapi tantangan yang harus disiasati,” tuturnya.
Tim ini meneliti pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pot biodegradable yang ramah lingkungan. “Harapannya, inovasi ini dapat mengurangi penggunaan plastik sekaligus mendukung kegiatan menanam di rumah,” ucapnya.
Ide Penelitian
Sementara itu, tim kedua yang juga lolos adalah tim dengan inovasi bertajuk SoloRiver SmartShield: Inovasi AI dan IoT dalam Mitigasi Risiko Kecelakaan di Sungai Bengawan Solo yang beranggotakan Daniyal Barra Atharrayhan dan Rayyan Farizky Setiabudi. Tim ini dibimbing oleh Muhammad Syafiq Saviola Prihadi, S.Pd.
Barra, sapaan akrabnya, menceritakan ide penelitian tersebut mulai dirancang sejak awal Maret. “Pada 1 Maret kami mulai berdiskusi menentukan ide penelitian untuk OPSI. Setelah menemukan gagasan, kami langsung menyusun judul dan merancang alat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyusunan proposal dilakukan secara sistematis. “Kami menyusun mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka, metodologi, hingga daftar pustaka. Alhamdulillah proposal bisa kami selesaikan dan kumpulkan pada 7 Maret 2026,” jelasnya.
“Inovasi ini diharapkan dapat membantu mitigasi risiko kecelakaan di sungai melalui pemanfaatan teknologi AI dan IoT secara sederhana dan aplikatif,” katanya.

Penyusunan Proposal
Adapun tim pot biodegradable dibimbing oleh Musrifatul Jannah, S.Psi., yang akrab disapa Ifa. Ia berperan penting dalam mendampingi proses penyusunan proposal hingga lolos seleksi.
“Fokus kami saat ini adalah memperbaiki proposal sesuai masukan reviewer. Setelah itu, penelitian akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli dengan berbagai percobaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, khusus tim pot biodegradable akan membuat beberapa variasi pot dengan perlakuan berbeda untuk melihat hasil terbaik.
“Dari situ siswa belajar proses ilmiah secara utuh, mulai dari merancang, mencoba, hingga menganalisis,” tambahnya.
Ajang OPSI masih akan berlanjut ke tahap berikutnya. Pengumuman finalis dijadwalkan pada 13 September 2026, sedangkan final akan digelar pada 24 September 2026.
Dia menuturkan, dengan semangat riset dan kolaborasi, kedua tim Spemdalas ini diharapkan mampu melangkah hingga babak final. Lebih dari itu, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi siswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Yang penting bukan hanya menang, tapi bagaimana siswa belajar berpikir kritis dan memberikan solusi nyata,” tandasnya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif.












