Liputan

Murid Spemdalas Tularkan Coding dan IoT kepada 150 Mahasiswa UM

15
×

Murid Spemdalas Tularkan Coding dan IoT kepada 150 Mahasiswa UM

Sebarkan artikel ini
Murid DTCP
Murid Digital Technology Class Program (DTCP) Spemdalas terlibat dalam kegiatan Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/10/2026).

Selawe.com – Pengalaman belajar siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kembali menembus ruang akademik perguruan tinggi. Tiga siswa Digital Technology Class Program (DTCP) Spemdalas terlibat dalam kegiatan Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kiprah Yugo Triawanto MSi, Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, yang selama tiga tahun ajaran dipercaya dan lolos seleksi sebagai praktisi mengajar di UM. Yugo mengajar mata kuliah STEM di Departemen Pendidikan IPA yang diikuti sekitar 150 mahasiswa.

Pada perkuliahan kali ini, Yugo tidak hadir sendiri. Ia mengajak tiga siswa DTCP Spemdalas, yakni Julio Fakhri Kurniawan, Alzena Maritza, dan Sayyidah Jenar Jameela. Ketiganya turut berbagi pengalaman dan kemampuan coding yang diperoleh melalui pembelajaran di Spemdalas.

Tidak hanya coding, mahasiswa UM juga diperkenalkan dengan penerapan sistem Internet of Things (IoT) yang dikembangkan melalui pembelajaran teknologi di Spemdalas.

Kegiatan tersebut didampingi Guru IT Spemdalas, Ananda Azizul Akbar, S.Kom. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata pembelajaran lintas jenjang, ketika siswa sekolah menengah tidak hanya menjadi peserta belajar, tetapi juga berbagi pengetahuan kepada mahasiswa.

Yugo mengatakan, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dari pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata.

“Anak-anak tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri. Mereka juga kami beri ruang untuk berbagi pengetahuan dan karya kepada mahasiswa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pembelajaran STEM di Spemdalas diarahkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi pengalaman berbagi dan kolaborasi lintas jenjang pendidikan.

Ananda Azizul Akbar, S.Kom., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan teknologi sekaligus komunikasi.

“Coding dan IoT bukan hanya tentang kemampuan teknis. Anak-anak juga belajar bagaimana menjelaskan ide, bekerja sama, dan menyampaikan pengetahuan kepada orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Julio Fakhri Kurniawan mengaku senang mendapat kesempatan berbagi dengan mahasiswa UM.

“Senang dan sekaligus tertantang. Kami bisa menunjukkan apa yang selama ini dipelajari di sekolah dan mendapat pengalaman baru dari mahasiswa,” ungkapnya. (*)

Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif.