
Selawe.com – Komitmen SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba semakin diperkuat.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Spemdalas dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik tentang Program Ananda Bersinar serta Program Serasi–Berjaya dan Sinari Sekolah.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Yugo Triawanto, M.Si., dan Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., di ruang Coding and AI Center (CAC) 1, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut disaksikan oleh sekitar 50 peserta sosialisasi P4GN yang terdiri atas murid dan guru. Turut hadir dan menyaksikan penandatanganan Dr. Muhammad Reza, S.Psi., M.Si. selaku narasumber.
Dalam dokumen PKS tersebut, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., selaku pihak pertama, dan Yugo Triawanto, M.Si., selaku pihak kedua, menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama sebagai landasan bersama dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pendidikan.
Sepuluh Ruang Lingkup Kerja Sama
Dokumen PKS yang terdiri atas 10 halaman tersebut memuat berbagai bentuk kerja sama antara BNNK Gresik dan Spemdalas.
Pertama, penyebarluasan informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) sekaligus meningkatkan peran Spemdalas sebagai kader atau penggiat anti-narkoba.
Kedua, penyuluhan bahaya narkotika dan prekursor narkotika dalam proses pembelajaran. Ketiga, deteksi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah melalui pelaksanaan pemeriksaan urine.
Keempat, pengembangan kapasitas masyarakat di bidang P4GN dan prekursor narkotika. Kelima, Spemdalas berperan sebagai posko pengaduan dan layanan informasi edukasi bahaya narkoba di lingkungan pendidikan.
Keenam, dilakukan integrasi kurikulum anti-narkoba pada satuan pendidikan. Ketujuh, peningkatan peran Spemdalas sebagai Sekolah–Rehabilitasi Terintegrasi (SERASI), memberikan dukungan terhadap program Belajar Kelompok Teman Sebaya (BERJAYA), serta pelaksanaan Skrining dan Asesmen Terintegrasi di Sekolah (SINAR SEKOLAH).
Kedelapan, pelaksanaan bimbingan teknis atau pelatihan ASSIST-Y bagi guru bimbingan dan konseling sebagai media untuk melakukan asesmen bagi anak usia pelajar.
Kesembilan, mengintegrasikan substansi dan nilai-nilai P4GN ke dalam kegiatan pembelajaran, layanan bimbingan dan konseling, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta penguatan karakter peserta didik melalui sejumlah program, yakni Program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkotika), Serasi-Berjaya (Sinari Sekolah dan Rehabilitasi Terintegrasi, Belajar Kelompok Teman Sebaya), serta Sinari Sekolah (Skrining dan Asesmen Narkotika Terintegrasi di Sekolah) dan kegiatan sekolah lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kesepuluh, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kerja sama.
Membentuk Generasi yang Memiliki Ketahanan Diri
Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si., menjelaskan bahwa kerja sama dengan BNNK Gresik memiliki urgensi penting dalam membentuk generasi yang memiliki ketahanan terhadap ancaman narkoba.
“Urgensi membentuk generasi anti-narkoba selaras dengan program dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya.
Menurut Yugo, Spemdalas menjadi satu-satunya SMP di Kabupaten Gresik yang dibersamai Puskurjar dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) berbasis Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Spemdalas menjadi satu-satunya SMP di Kabupaten Gresik yang dibersamai Puskurjar untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang berbasis Rencana Aksi Nasional P4GN,” ungkapnya antusias.
Tidak Berhenti pada Sosialisasi
Yugo menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Lebih dari itu, seluruh warga sekolah diharapkan memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keberanian untuk mengambil peran dalam gerakan pencegahan narkoba.
“Murid, guru, dan sekolah menjadi agen anti-narkoba di tengah situasi lingkungan yang baru-baru ini, khususnya situasi terkait narkoba di lingkungan Gresik,” harapnya penuh keyakinan.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan BNNK Gresik menjadi langkah penting untuk menjadikan edukasi anti-narkoba sebagai bagian dari kehidupan sekolah.
“Melalui kolaborasi antara BNNK Gresik dan Spemdalas, edukasi tentang bahaya narkoba diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi budaya sekolah yang membangun karakter, kedisiplinan, dan ketahanan diri murid,” sampainya.
Penandatanganan PKS tersebut menjadi komitmen bersama bahwa upaya melindungi generasi muda dari narkoba perlu dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur pendidikan. Spemdalas dan BNNK Gresik pun memperkuat langkah bersama untuk membangun sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan diri dan keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. (*)
Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.












