Liputan

Siswa Berlian Primary School Jelajahi Kampus Madinah dari Kelas

9
×

Siswa Berlian Primary School Jelajahi Kampus Madinah dari Kelas

Sebarkan artikel ini
PCIM Arab Saudi
Ketua PCIM Arab Saudi Dicky Zulkarnain Tamy, BIRKH. Saat menyampaikan smabutannya (Mahzumah dan Albani)

Selawe.com – Dari ruang kelas di SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School), jendela dunia itu terbuka lebar, Rabu (4/3/2026).

Melalui program International Virtual Field Trip bertema “Dream Big: Discovering a World of Knowledge at the Islamic University of Madinah,” para siswa diajak menembus batas jarak, mengenal lebih dekat Universitas Islam Madinah—salah satu pusat keilmuan Islam di dunia.

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi ini diikuti 65 siswa dari berbagai program kaderisasi, seperti IPM Kids, Kader Sang Pencerah, Kader Al-Ma’un, dan Kader Tiwisada.

Para siswa mengikuti kegiatan dari kelas masing-masing, sementara pimpinan sekolah menyimak melalui layar smart television yang terhubung dengan Zoom Meeting.

Fokus kegiatan kali ini menguat pada sambutan Ketua PCIM Arab Saudi, Dicky Zulkarnain Tamy, BIRKH., yang membuka cakrawala berpikir siswa tentang peluang pendidikan global.

Dalam sambutannya, Dicky menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus rasa terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi.

“Terima kasih kepada Ustadz Muhibbuddin yang telah memandu dan mengenalkan Universitas Islam Madinah. Jazakumullah khairan katsiran atas kesempatan yang diberikan kepada Berlian Primary School,” ujarnya.

Ia mengaku awalnya berencana hadir penuh dalam kegiatan tersebut, namun harus menjalankan tugas ke Riyadh.

“Sebenarnya saya ingin ikut berbagi secara langsung, tetapi qadarullah saya harus safar dan saat ini sedang berada di Riyadh,” tuturnya.

Meski demikian, ia tetap menyempatkan diri memberikan pesan penting bagi para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar lintas negara ini sebagai pintu awal menjemput masa depan.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan semangat adik-adik untuk menuntut ilmu di berbagai universitas di Arab Saudi,” katanya.

Lebih lanjut, Dicky memperkenalkan berbagai peluang studi di Arab Saudi melalui portal Study in Saudi yang membuka akses ke sejumlah perguruan tinggi ternama.

“Saat ini tersedia sekitar 12 kampus yang bisa diakses, di antaranya Universitas Islam Madinah, Universitas Ummul Qura, King Abdul Aziz University di Jeddah, dan King Saud University di Riyadh,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di Arab Saudi tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga membuka berbagai bidang keilmuan lain.

“Bidang seperti perminyakan, pertambangan, teknologi informasi, hingga sains juga tersedia. Bahkan ada dosen asal Indonesia yang mengajar di sana,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar menjadi peluang bagi mahasiswa untuk bersaing di tingkat internasional.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi adik-adik untuk melanjutkan studi, tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga ke berbagai negara lainnya,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Dicky berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan global.

“Semoga melalui kegiatan ini, pintu-pintu kesempatan semakin terbuka bagi adik-adik yang ingin melanjutkan studi ke Arab Saudi,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukan lagi hambatan dalam pendidikan. Dengan kolaborasi lintas negara, ruang kelas mampu menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui batas—menginspirasi, membuka wawasan, dan menumbuhkan mimpi besar sejak dini. (*)

Penulis Waviq Amiqoh. Editor Ichwan Arif.