
Selawe.com –Suasana malam ke-23 Ramadan di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik terasa berbeda pada Rabu, 11 Maret 2026.
Di tengah heningnya malam, 34 siswa berkumpul dengan satu tujuan mulia: menghidupkan malam Ramadan melalui program iktikaf Ramadan 1447 H.
Kegiatan yang didampingi oleh M. Nor Qomari, S.Si dan Ustadz Chanif Ichsan, S.Fil ini semula direncanakan diikuti oleh 30 siswa.
Namun antusiasme yang tinggi membuat jumlah peserta bertambah menjadi 34 siswa, terdiri dari 8 siswa kelas 7, 11 siswa kelas 8, dan 15 siswa kelas 9. Iktikaf dilaksanakan mulai pukul 21.00 hingga 06.00 WIB, menghadirkan malam yang dipenuhi ibadah dan refleksi diri.
Para peserta mulai berdatangan ke Andalusia Hall untuk melakukan registrasi. Setelah menerima ID Card sebagai tanda peserta, mereka berkumpul mendengarkan pengarahan dari Ustadz Chanif. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya menata niat dan memanfaatkan waktu iktikaf sebaik mungkin.
“Iktikaf dimulai dengan niat saat memasuki masjid. Gunakan waktu ini untuk memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa,” pesannya dengan suara tenang.
Usai pengarahan, siswa berjalan menuju Masjid Taqwa Spemdalas. Setibanya di sana, mereka melaksanakan shalat tahiyatul masjid, lalu mengambil tempat masing-masing untuk membaca Al-Qur’an.
Suasana masjid pun menjadi hening dan khusyuk. Lantunan ayat suci terdengar pelan, mengisi malam yang penuh keberkahan.
Menjelang pukul 23.00, peserta beristirahat sejenak untuk mempersiapkan diri menjalani ibadah malam. Sekitar pukul 01.30, para pendamping membangunkan mereka untuk melaksanakan qiyamul lail.
Bagi sebagian siswa, pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan. M. Azka Athaya Widodo dari kelas 7 Inspire mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti sholat malam berjamaah.
“Saya ingin merasakan pengalaman pertama sholat qiyamul lail, dan sangat menikmati bacaan merdu imam,” ujarnya dengan wajah berbinar.
Ketika ditanya tentang perasaannya mengikuti iktikaf. “Sangat senang, karena banyak teman sebayanya ikut,” ujarnya jujur.
Menurutnya, momen paling berkesan adalah saat menikmati kekhusyukan sholat malam dengan lantunan bacaan imam yang menenangkan.
Motivasi lain disampaikan oleh Rivaldy Bagus Fikriansyah dari kelas 8 Helium. Ia mengikuti iktikaf dengan niat memperbanyak amal di hari-hari terakhir Ramadan.
“Saya ingin memperbanyak pahala di sepuluh hari terakhir ini,” ungkapnya singkat namun penuh makna.
Setelah qiyamul lail, para peserta menikmati sahur bersama yang disediakan oleh takmir Masjid Taqwa Spemdalas. Beragam menu seperti nasi campur, penyetan, dan nasi gudeg tersaji hangat. Suasana sahur terasa akrab dan penuh kebersamaan.
Fathan Azka Ramadhan dari kelas 9 Fez mengaku sangat menikmati momen tersebut. “Alhamdulillah bisa makan sahur bersama,” ujarnya sambil tersenyum. “Penyetan ayamnya enak,” tambahnya.
Seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu, para peserta kembali melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Qur’an sambil menunggu waktu Subuh. Saat adzan berkumandang, mereka melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama jamaah Masjid Taqwa Spemdalas lainnya.
Sebelum kegiatan berakhir sekitar pukul 06.30, para peserta diajak melakukan evaluasi bersama di Andalusia Hall. Hal ini dilakukan sebagai bahan perbaikan agar pelaksanaan iktikaf berikutnya di malam ke-25 Ramadan dapat berjalan lebih baik.
Program iktikaf ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan spiritual bagi para siswa. Dalam suasana malam yang tenang, mereka belajar mendekatkan diri kepada Allah, melatih keikhlasan, sekaligus merasakan indahnya kebersamaan dalam ibadah.
Di tengah kehidupan remaja yang penuh aktivitas, langkah para siswa Spemdalas menghidupkan malam Ramadan menjadi pemandangan yang menyejukkan. Dari Masjid Taqwa Spemdalas, semangat ibadah itu tumbuh—menjadi bekal bagi generasi muda untuk menjaga iman, menata hati, dan menjemput keberkahan Ramadan. (*)
Penulis M. Nor Qomari. Editor Ichwan Arif












