
Selawe.com – SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) menggelar Awarding Bulan Bahasa 2025 di halaman sekolah, Jumat (31/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Bulan Bahasa yang dilaksanakan sepanjang Oktober.
Acara ini diikuti seluruh siswa dan guru serta dihadiri perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap siswa yang aktif dalam kegiatan literasi dan berbahasa Indonesia.
Dua siswi tampil sebagai Master of Ceremony (MC) utama, yaitu Naila Anindita Afriana dan Alisha Maulida Wardhany.
Keduanya memandu jalannya acara dari awal hingga akhir tanpa pendampingan langsung dari guru. Ini sebagai pengalaman pertama bagi keduanya untuk emmandu acara di hadapan semua warga sekolah yang jumlahnya di atas tujuh ratus orang.
“Awalnya kami tidak menyangka akan menjadi MC di acara sebesar ini, apalagi tanpa guru di panggung. Tapi aku merasa bangga karena dipercaya membawa acara penting di sekolah,” ujar siswi kelas VI Biomedic, Naila.
Rekan Naila, Alisha mengungkapkan biasanya kami kolaborasi dengan guru, jadi awalnya agak gugup. Namun kami berusaha tampil maksimal dan menjaga suasana tetap ceria.
Keduanya menyampaikan bahwa menjadi MC membutuhkan kesiapan dan ketenangan. Mereka belajar mengatur waktu, membaca situasi, dan menyesuaikan perubahan acara.
“Menjadi MC itu tidak hanya membaca teks, tetapi juga harus sigap dan tanggap jika ada perubahan jadwal. Ini menjadi tantangan dan pembelajaran baru untuk bisa lebih baik lagi saat menjadi MC,” jelas Naila.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Maflukha SPd saat sambutan menyampaikan bahwa Bulan Bahasa menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia di kalangan siswa.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi lomba tahunan, tetapi menjadi gerakan yang mendorong anak-anak gemar berbahasa Indonesia dan berbudaya literasi,” ujarnya.
Kegiatan Awarding Bulan Bahasa diisi dengan penyerahan penghargaan lomba siswa dan wali kelas, peluncuran program Read Aloud at Berlian Library (Ruby), serta hadiah untuk pustaka (donasi buku) untuk sudut baca di kelas. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan oleh Festival Rasa yang digelar Ikwam.
Acara hari inimenampilkan berbagai kreativitas siswa dan guru seperti membaca puisi, membaca nyaring, mendongeng, serta menyanyikan lagu daerah.
Maflukha menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan budaya literasi di sekolah.
“Harapannya siswa semakin percaya diri dan mencintai kegiatan membaca serta menulis,” tandasnya. (*)
Penulis Nurul Qomariyah. Editor Ichwan Arif.












