
Selawe.com – Jumat pagi (31/10/2025) Suasana lapangan SD Muhammadiyah GKB 2 Greisk (Berlian Primary School) terasa begitu meriah.
Ratusan siswa berkumpul dengan penuh semangat menyaksikan Awarding Bulan Bahasa dan Sastra 2025, yang mengusung tema Dengan Bahasa Kita Bersatu, Dengan Literasi Kita Mampu.
Panggung hari itu menjadi wadah bagi para pemenang lomba Bulan Bahasa untuk menampilkan performance terbaik mereka di depan teman-teman dan guru. Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan wujud keberanian, ekspresi, dan kecintaan mereka terhadap bahasa dan literasi.
Penampilan pertama datang dari Althafandra Fadilah Tanjung (3C), juara kategori Suara Bahasa Indah (Puisi). Dengan intonasi yang jelas dan ekspresi yang hidup, Althaf membuat seluruh penonton terhanyut dalam bait-bait yang ia bacakan. Seusai tampil, Althaf tersenyum bangga.
“Aku senang banget bisa tampil di depan teman-teman. Awalnya deg-degan, tapi begitu mulai baca, rasanya menyenangkan!” ujarnya ceria.
Penampilan berikutnya dari Fatin Kayyis (6A), pemenang lomba Mendongeng, juga tak kalah memikat. Dengan gaya bercerita yang ekspresif dan penuh warna, Fatin berhasil membuat penonton tertawa dan menikmati setiap alur cerita.
“Aku suka mendongeng karena bisa bikin orang lain senang dan belajar dari cerita yang aku bawakan,” tutur Fatin dengan wajah berseri.
Tak kalah menarik, siswa kelas 2 Al-Bashit, pemenang kategori Menyanyi Lagu Daerah, tampil kompak dan penuh semangat membawakan lagu “Soleram” dari Riau. Suara polos mereka menggema di lapangan, menghadirkan nuansa bangga akan kekayaan budaya Indonesia.
Sebagai penutup, Kiandra (4A) berkolaborasi dengan Irma Sonya Suryana, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, membacakan puisi bertajuk “Darah Muda di Tanah Ibu.” Dengan penghayatan mendalam dan suara lantang, keduanya menyampaikan pesan kuat tentang semangat pemuda dan makna perjuangan.
Sonya, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa semangat para siswa mencerminkan jiwa pemuda yang pantang menyerah.
“Sebagai generasi masa depan, siswa Berlian School tidak boleh melupakan perjuangan para pemuda yang rela berkorban demi kemerdekaan. Kini, tugas mereka adalah menjaga kemerdekaan itu dengan belajar giat, siap menghadapi tantangan, dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya penuh makna.
Deretan performance para juara tersebut menjadi bukti bahwa literasi di Berlian Primary School bukan hanya soal buku dan tulisan, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, mengekspresikan diri, dan berbagi inspirasi.
Melalui kegiatan ini, Berlian Primary School tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat berkarya di kalangan siswa. Karena di setiap kata dan penampilan mereka, tersimpan keyakinan bahwa “Dengan bahasa kita bersatu, dan dengan literasi kita mampu.” (*)
Penulis Nugra Heny Ap Editor Ichwan Arif.












