
Selawe.com – Kegiatan keputrian yang digelar di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menghadirkan materi yang sangat relevan dengan kehidupan remaja modern bertema “Bahaya Mengikuti Tren / FOMO (Fear of Missing Out)”. Acara ini diikuti oleh seluruh siswi kelas VII-VIII dengan pemateri Ria Rizaniyah, Jumat (14/11/25).
Dalam pemaparannya, Ria menjelaskan bahwa Fomo merupakan perasaan takut ketinggalan sesuatu yang sedang populer, sehingga seseorang terdorong untuk mengikuti tren tanpa pertimbangan matang.
“Fenomena ini banyak terjadi pada remaja, terutama karena intensitas penggunaan media sosial dan kebutuhan untuk diakui dalam pergaulan,” katanya.
Ria mencontohkan beberapa perilaku yang sering muncul, seperti mengikuti challenge viral, membeli barang hanya karena trending, hingga menghabiskan waktu berjam-jam untuk memantau media sosial.
“Tidak semua tren membawa kebaikan. Banyak tren justru berdampak negatif, seperti mengganggu fokus belajar, memicu rasa kurang percaya diri, bahkan menjauhkan remaja dari nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Melalui nilai tabayyun, qana‘ah, dan amanah digital, ia mengajak para siswi agar lebih selektif dan tidak mudah terbawa arus. “Remaja Muslimah harus punya prinsip. Jangan hanya ikut-ikutan, tapi pikirkan dulu manfaat dan dampaknya,” katanya.
Kegiatan keputrian ini diharapkan dapat membentuk remaja putri Spemdalas menjadi pribadi yang lebih bijak, percaya diri, serta mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah derasnya arus tren dan media sosial.
Acara berlangsung semakin hidup dengan kehadiran moderator Aisya Shahnaz Leticia, siswi kelas 8 Erbium, yang menjadi moderator keputrian kali ini. Dalam komentarnya, Aisya menyampaikan bahwa materi ini sangat bermanfaat.
“Kita jadi tahu bahwa tidak semua tren harus kita ikuti. Sebagai remaja, kita harus bisa memilih yang baik dan tidak merugikan diri sendiri,” katanya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif.












