Liputan

Praktik Gaya Hidup Berkelanjutan, Siswa Mugeb Tanam Kangkung di Galon

31
×

Praktik Gaya Hidup Berkelanjutan, Siswa Mugeb Tanam Kangkung di Galon

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas III praktik menanam kangkung di galon bekas.

Selawe.com — Puluhan galon bekas berjajar rapi di halaman SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School), Kamis (22/1/2026). Bukan untuk menampung air, galon-galon itu berubah fungsi menjadi pot kangkung organik hasil karya siswa kelas III.

Sekolah mengemas kegiatan tersebut dalam program Guest Teacher dengan menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari teori penghijauan, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menanam sayur dengan memanfaatkan barang bekas.

Kepala Bidang Pertanaman dan Dekorasi DLH Kabupaten Gresik, Maya Iswatie, S.E., M.M., hadir sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan, penghijauan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam menghasilkan oksigen dan mencegah banjir.

“Menanam pohon sama dengan menabung untuk masa depan. Mengingat sumber daya alam bumi yang terbatas, kita harus bijak dalam mengelola energi dan menjaga kesehatan lingkungan,” kata Maya kepada para siswa.

Ia menegaskan kegiatan menanam bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan bumi.

Maya menjelaskan di hadapan siswa kelas III Mugeb Primary School.

Tiga Pilar Gaya Hidup Berkelanjutan

Dalam sesi materi, Maya memperkenalkan konsep gaya hidup berkelanjutan yang berpijak pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah lingkungan yang bersih dan segar. Pilar kedua adalah aspek sosial agar manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis. Pilar ketiga berkaitan dengan aspek ekonomi yang dipengaruhi pola konsumsi.

“Sering bertambahnya barang yang kita beli akan menimbulkan sampah. Hal itu memengaruhi gaya hidup dan ekonomi kita,” ujarnya.

Maya mendorong siswa untuk mulai menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah awal mengurangi timbulan sampah.

Praktik Menanam Kangkung

Setelah menerima materi, siswa mempraktikkan langsung penanaman kangkung menggunakan galon bekas sebagai media tanam. Mereka menyiapkan galon tersebut sejak sepekan sebelumnya, termasuk proses pengecatan sebagai bentuk pemanfaatan ulang barang bekas.

Tahapan penanaman dimulai dari pengisian tanah, pelubangan media tanam, penyemaian benih, hingga penyiraman. Sekolah memilih kangkung karena masa tumbuhnya relatif cepat.

Dengan perawatan rutin, tanaman kangkung dapat dipanen dalam waktu 25 hingga 30 hari. Melalui kegiatan ini, DLH Kabupaten Gresik berharap kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari siswa. (*)

Penulis: Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy

Editor: Sayyidah Nuriyah