Liputan

Mupus Spemdalas Unjuk Gigi di Olympicad Ke-8 Makassar dengan Bulan di Atas Kamboja

15
×

Mupus Spemdalas Unjuk Gigi di Olympicad Ke-8 Makassar dengan Bulan di Atas Kamboja

Sebarkan artikel ini
Mupus Spemdalas
Tampilan Mupus Spemdalas dalam ajang Olympicad Ke-8 di Makassar, Jumat (13/2/2026) (Tagar.co/Ichwan Arif)

Selawe.com – Berada di lantai 3 Fakultas Kedokter dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Musikalisasi Puisi (Mupus) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik unjuk gigi di Olympicad Ke-8 Makassar dengan membawakan puisi Bulan di Atas Kamboja, Jumat (13/2/2026).

Di luar Gedung, hujan terlihat semakin deras. Langit Makassar sejak pagi hari terlihat mendung. Sekitar pukul 09.30 langit memuntahkan air yang membasahi tanah Kota Anging Mammiri ini. Tetesan air tidak menyurutkan semangat kontingen dalam mengikuti lomba, termasuk lomba mupus.

Dalam Olympicad Ke-8 Makassar yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Unismuh ini, tim Mupus Spemdalas tampil di urutan ke-6. Mengenakan seragam batik sedikit gelap dan dipadu bawahan hitam, mereka memainkan alat musikm selama 7 menit di panggung yang tidak terlalu besar.

Dengan selendang kuning melingkat di leher, tampilan siswa yang terdiri dari 5 personik, antara lain Laras Pramita Dihyantari, Syazani Yafi Mahardika, Faisal Mirza Lakeisha Efendi, Zaidun Rizky Fadhilah, dan vokalis Azalia Mercyana Zahirah.

Tampilan mereka begitu membius penonton yang memenuhi ruangan. “Alhamdulillah, tampilan kami sudah selesai. Dan Alhamdulillah lagi, performance kami sesuai dengan tampilan saat latihan. Alunan music sesuai. Semoga yang menonton dan juri bisa menerima tampilan dengan baik,” kata Mercy, panggilan Azalia Mercyana Zahirah usai selesai tampil.

Berikut lirik puisi Bulan di Atas Kamboja karya T. Cahyono

bulan berenang di atas kamboja

malam mencair

membasuh wajah wajah duka

di pemakaman

siapa dia

yang tertidur di dalam keranda

di antara sekian ratus pasang mata

penuh duka dan dzikir

dialah penyair yang tak hannya penulis puisi

namun lebur dalam kelombang peradaban

menembus pipa pipa kapiler hidup bersama

menggarami adonan di wajah sebelum di lahap ramai ramai

kini dia telah pulang tak hannya meninggalkan riwayat puisi

namun kenangan pada setiap hati yang oernah di singahi dengan cinta Dan persahabatan

ho ho ho..

ho ho ho..

bulan di atas kamboja

gerimis turun

bulan di atas kamboja

gerimis turun

senyumu tak bisa di hapus begitu saja

bulan di atas kamboja

gerimis turun

bulan di atas kamboja

gerimis turun

senyumu tak bisa di hapus begitu saja

Penulis Ichwan Arif.