Liputan

Deg-degan tapi Seru, Siswa Berlian Primary School Praktik Jadi Dokter Cilik

14
×

Deg-degan tapi Seru, Siswa Berlian Primary School Praktik Jadi Dokter Cilik

Sebarkan artikel ini
SD Berlian
Siswa kelas VI Doctor Hasna Mumtazah mempraktikkan cara membersihkan luka Afika Kiarra Jasmin menggunakan cairan NACL dan menggunakan kasa steril didampingi Isna Amalia Amd Kep (Nurul Qomariyah/selawe.com)

Selawe.com – Siswa kelas VI SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) mengikuti praktik penanganan pertama pada luka dalam pembelajaran pengembangan diri yang dilaksanakan di selasar kelas, Kamis (12/2/2026).

Pembelajaran kecakapan hidup tersebut dipandu langsung oleh perawat Klinik Aisyiyah GKB sekaligus petugas UKS.

Semua siswa kelas VI langsung berkumpul dengan rapi di depan selasar ruang kelas mereka untuk belajar menjadi perawat cilik.

Kegiatan diawali dengan penjelasan oleh Isna Amalia Amd Kep mengenai luka yang sering terjadi pada anak-anak di sekolah yang biasanya disebabkan karena kurang berhati-hati saat bermain. Beliau menayangkan video tentang sesorang yang terjatuh dan langsung mendapatkan perawatan.

“Siapa yang pernah mengalami luka seperti di video tadi?” tanya Lia kepada siswa.

“Saya!” jawab beberapa siswa sambil mengangkat tangan.

Lia panggilan akrabnya kembali memberikan penjelasan setelah melakukan tanya jawab singkat kepada beberapa anak dengan membawa peralatan medis yang diperlukan.

Beliau menjelaskan tiga tahapan dalam merawat luka yaitu, menyiram luka menggunakan larutan NACL 0,9% dan membersikhkan menggunakan kasa steril, memberikan povidene iodin pada luka, terakhir menutup luka menggunakan kasa steril dan plester.

Setelah penyampaian materi, siswa langsung melakukan praktik. Beberapa siswa ditunjuk sebagai “korban”, sementara siswa lainnya berperan sebagai “perawat”. Mereka bergantian mempraktikkan cara membersihkan luka dan membalutnya sesuai arahan pemateri.

Siswa kelas 6 Biomedic Assyifa Dewi Sekar Kinasih yang berperan sebagai korban menuturkan bahwa simulasi menangani luka secara langsung seperti ini membuatnya tidak lagi khawatir jika nanti mengalamai atau ada teman yang terluka ringan karena sudah belajar.

“Saya deg-degan saat tangan disiram cairan, lalu diberi povidone-iodine dan diplester oleh teman-teman. Exited sekali pelajaran pengembangan diri hari ini, sangat seru,” cerita Assyifa saat menunjukkan hasil kerja sama dengan kelompoknya.

Hal senada disampaikan Anjani Ghasani Haura Lesmana teman sekelas Assyifa. Menurutnya, praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami dengan tidak panic karena caranya sangat mudah.

“Kami sangat antusias karena bisa mencoba sendiri. Jadi lebih mengerti cara menolong teman kalau terluka. Ternyata kalau menjadi korban harus menuruti kata dokter atau perawat agar bisa diobati lukanya” jelas Haura.

Lia kembali menegaskan bahwa pentingnya mengetahui langkah-langkah dan cara mencegah luka agar tidak memburuk sangat perlu diketahui oleh siswa. Mereka tidak perlu takut atau khawatir jika seandainya mengalami hal tersebut dan memberikan pesan jika luka lebih besar dan banyak mengeluarkan darah, maka sebaiknya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di akhir pembelajran beliau juga terkesan dengan siswa yang selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa terlihat aktif dan antusias. Mereka memperhatikan setiap langkah yang dicontohkan dan berusaha mempraktikkannya dengan benar. (*)

Penulis Nurul Qomariyah. Editor Ichwan Arif.