Liputan

Makna dan Hikmah Puasa dalam Ramadhan Staycation Spemdalas

13
×

Makna dan Hikmah Puasa dalam Ramadhan Staycation Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Spemdalas GKB

Aditama, M.Ag. saat menyampaikan materi dalam kegiatan Ramadhan Staycation SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Rabu (25/2/2026).

Selawe.com – Makna dan Hikmah Puasa Ramadhan dibahas dalam kegiatan Ramadhan Staycation SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Rabu (25/2/2026).

Dalam materinya, guru Al-Islam dari SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Aditama, M.Ag. menyampaikan bahwa puasa memiliki dampak spiritual sekaligus sosial dalam kehidupan seorang muslim.

“Dari sisi sosial, puasa melatih kesyukuran dan empati. Rasa lapar yang dirasakan selama berpuasa membantu seseorang menyadari besarnya nikmat Allah sekaligus memahami penderitaan mereka yang hidup dalam kekurangan,” jelasnya.

Dia menuturkan, makna puasa Ramadhan sebagai proses pembentukan diri melalui beberapa aspek penting, yaitu peningkatan takwa dan iman, karena puasa merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

“Pengendalian diri dan hawa nafsu, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari emosi, perkataan sia-sia, dan perbuatan tercela,” tambahnya.

Penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), sebagai momen membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan penyakit hati lainnya. Solidaritas sosial dan empati, melalui pengalaman merasakan kondisi mereka yang kekurangan.

“Pembentukan disiplin dan kesabaran, terutama dalam menjaga waktu sahur dan berbuka serta menghadapi ujian. Syukur dan refleksi diri, sebagai momentum evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.

Tingkatan Puasa

Aditama menjelaskan ada tiga tingkatan puasa sebagaimana disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Pertama puasa Awam, yaitu menahan makan, minum, dan hubungan biologis.

“Kedua, puasa khawas, yaitu menjaga anggota tubuh seperti mata, telinga, lisan, tangan, dan pikiran dari dosa, dan ketiga puasa khawasul khawas, yaitu puasa hati dari selain Allah,” jelasnya.

Dia mengatakan, tujuan tertinggi puasa adalah mencapai derajat ketakwaan sejati, di mana hati menjadi bersih dan terhubung sepenuhnya kepada Allah SWT. (*)

Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif.