
Selawe.com – Kegiatan halalbihalal dengan tema Dari Ramadan ke Syawal: Konsisten Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Senin (30/3/26).
Acara ini diikuti oleh siswa kelas VII-VIIII dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai keagamaan setelah menjalani bulan Ramadan.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang berlangsung khidmat. Suasana religius terasa sejak awal acara, di mana para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.
Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus kesadaran siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Moch. Marzuki Imron, S.T. yang menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga konsistensi ibadah di tengah perkembangan zaman.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat seseorang lalai dalam beribadah. Justru, di era modern ini, umat Islam harus mampu menyesuaikan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gadget, dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya.
Oleh karena itu, tegasnya, siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan meningkatkan keimanan.
Dalam salah satu penyampaiannya, Ustadz Marzuki menyampaikan, “Algoritma di FYP TikTok itu bisa diatur dari apa yang sering kalian lihat. Kalau kalian sering melihat konten baik, maka yang muncul juga akan baik. Sebaliknya, kalau yang dilihat kurang baik, maka itu juga yang akan terus muncul.”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi siswa agar lebih selektif dalam memilih tontonan di media sosial.
Selain itu, beliau juga mengingatkan para siswa untuk selalu berhati-hati dalam mengakses berbagai konten melalui gadget. Menjaga pandangan dan memilih tontonan yang bermanfaat merupakan bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah yang menegaskan pentingnya menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan.
Dalam sambutannya, beliau juga mengajak seluruh siswa untuk terus meningkatkan akhlak, disiplin, dan semangat belajar.
Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antara siswa dan guru sebagai bentuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam momen tersebut. (*)
Penulis Dheni Iga Pratiwi. Editor Ichwan Arif.












