
Siswa Spemdalas melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Senin-Kamis (6–9/4/2026)
Selawe.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik yang berlangsung pada, Senin-Kamis (6–9/4/2026) berjalan lancar dan sukses.
Kelancaran ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari persiapan panjang, koordinasi lintas pihak, serta dukungan penuh dari guru dan orang tua.
Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si. menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan TKA, baik gelombang pertama maupun kedua.
“Alhamdulillah secara proses sukses. Kegiatan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis. Bahkan dalam prosesnya juga ada pembinaan konseling dan spiritual, sehingga TKA bukan sekadar evaluasi, tetapi bagian dari proses pendidikan yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selama empat hari pelaksanaan, siswa menunjukkan kedisiplinan yang baik.
“Semua murid disiplin dalam hal waktu dan sabar menjalani proses, baik sebelum maupun setelah TKA di ruang komputer. Ini menunjukkan bahwa integrasi nilai agama dalam pendidikan di Spemdalas berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Persiapan Terstruktur dan Kolaborasi Lintas Pihak
Kesuksesan TKA juga ditopang oleh kesiapan yang dibangun secara sistematis. Sekolah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Dinas Pendidikan Gresik.
Simulasi pelaksanaan dilakukan secara menyeluruh, baik pada perangkat maupun siswa. “Simulasi dilakukan dua kali, bahkan dilaksanakan serentak tingkat kabupaten dan provinsi untuk menguji ketangguhan server,” jelas Ustadz Yugo.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Jamilah, M.Si. menjelaskan bahwa guru juga mendapatkan pembekalan khusus.
“Guru matematika dan bahasa Indonesia dibimbing memahami kerangka asesmen, kemudian mengintegrasikannya dalam pembelajaran melalui drill soal dan tryout,” terangnya.
Selain aspek akademik, lanjutnya, penguatan mental dan spiritual juga menjadi perhatian utama. “Penguatan dilakukan secara psikologis dan spiritual, baik saat pembelajaran, pembiasaan dhuha, hingga menjelang siswa masuk ruang TKA,” tambahnya.
Antusiasme dan Strategi Siswa
Dari sisi siswa, pelaksanaan TKA diwarnai semangat tinggi meski disertai sedikit rasa tegang. Siswa kelas IX Hadramaut Keza Bintang Aurellia yang mengikuti TKA gelombang 2 mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari.
“Saya setiap hari mengerjakan sekitar 20 soal selama sebulan. Alhamdulillah, soal yang keluar sesuai dengan yang saya pelajari,” ungkapnya.
Ia juga membagikan strateginya dalam mengerjakan Bahasa Indonesia. “Saya pakai strategi ‘sniper’: langsung baca soal, cari kata kunci, lalu hubungkan dengan jawabannya,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan siswa kelas IX D Amira Oktafiani Salsabila. “Saya belajar dari berbagai sumber, buku TKA dan media sosial. Soalnya memang tidak sama persis, tapi tipe dan dasarnya mirip,” ujarnya.
Ia juga memiliki strategi manajemen waktu. “Kalau ada soal yang sulit, saya lewati dulu supaya tidak kehabisan waktu,” tambahnya.
Apresiasi Pengawas dan Dukungan Infrastruktur
Pelaksanaan TKA di Spemdalas juga mendapat apresiasi dari pengawas eksternal, Dodik Nur Cahyono dari SMPIT Al Ibrah.
“Kedisiplinan dan kejujuran peserta sangat baik. Mereka datang tepat waktu, atribut lengkap, suasana tenang, dan terlihat mengerjakan secara mandiri,” ujarnya. Ia juga menilai kesiapan sekolah sangat optimal.
Lingkungan kondusif, katanya, fasilitas lengkap, dan tidak ada kendala berarti. Ini menunjukkan kesiapan Spemdalas dalam melaksanakan TKA.
Senada dengan Dodik, Nur Aini, S.Pd. pengawas dari SMP N 17 Gresik yang bertugas di uang CAC 2 mengungkapkan.
“Overall sudah bagus, saya terkesan tingkat kedisiplinan dan kejujuran anak-anak selama ujian berlangsung, pembentukan karakter dari sekolah ini sudah berjalan sangat baik,” ungkapnya.
Keunggulan pelaksanaan TKA di Spemdalas menurut Aini adalah kesiapan panitia, “Semua fasilitas yang sangat memadai, sangat nyaman menjaga di Spemdalas, “ sambungnya.
Sebagai masukan, ucapnya, bisa sebelumnya diberi motivasi untuk anak-anak agar menurunkan tingkat kecemasan ujian sehingga bisa rileks.
Dari sisi teknis, dukungan infrastruktur menjadi faktor penting. Proktor ujian, Ainun Naim, S.Pd. menjelaskan bahwa sekolah telah menyiapkan jaringan internet berkecepatan tinggi.
“Kami menggunakan bandwidth 200 Mbps dari ASTINET Dedicated, ditambah jaringan cadangan dari provider kedua. Selain itu, kami juga menyiapkan genset 10 KVA untuk mengantisipasi gangguan listrik,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Ujian
Jamilah, M.Si. menjelaskan kesuksesan TKA di Spemdalas menunjukkan bahwa ujian bukan hanya soal hasil akhir, tetapi bagian dari proses pembelajaran yang menyeluruh.
“Melalui perpaduan persiapan akademik, penguatan karakter, dukungan teknologi, serta kolaborasi semua pihak, TKA menjadi sarana membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual,” ungkapnya.
Dari Spemdalas, tambahnya, tersirat pesan bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu menyeimbangkan ilmu, akhlak, dan kesiapan menghadapi masa depan. (*)
Penulis Mohammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.












