
Selawe.com – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi siswi kelas VIII putri, Jumat–Sabtu (22–23/5/206).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh para peserta sebagai bagian dari penguatan karakter keislaman dan pembiasaan ibadah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda pembiasaan ibadah seperti muraja’ah, screening ibadah, forum diskusi muslimah, qiyamul lail, sholat berjamaah, hingga refleksi diri bersama pendamping.
Kegiatan dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman spiritual dan kebersamaan yang berkesan.
Salah satu materi utama dalam Baitul Arqam kali ini bertajuk Muslimah Cantik dengan Akhlak yang disampaikan oleh Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SD Muhammadiyah 2 GKB sekaligus ketua umum Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Gresik.
Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa menjadi muslimah adalah sebuah kemuliaan dan bentuk karunia dari Allah SWT. Seorang muslimah tidak hanya dituntut menjaga penampilan lahiriyah, tetapi juga memperindah diri dengan akhlak yang baik, keimanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Peserta juga diajak memahami bahwa identitas muslimah adalah kehormatan yang harus dijaga. Hijab bukan sekadar penutup kepala, tetapi simbol keimanan dan kemuliaan diri.
Di tengah perkembangan dunia digital, para siswi diingatkan agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan ilmu dan iman, serta menjadikan media sosial sebagai sarana menebar kebaikan dan dakwah positif.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya memiliki sifat sabar, khusyuk dalam ibadah, dermawan, menjaga kehormatan diri, serta peduli terhadap sesama. Kecantikan sejati seorang muslimah terletak pada akhlaknya, tutur katanya, sikapnya kepada orang lain, dan kedekatannya dengan Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, Fatma Hajar Islamiyah juga mengingatkan bahwa merawat diri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
“Muslimah diperbolehkan berhias secara wajar dengan tetap menjaga batasan syariat dan kehormatan diri. Para peserta pun diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan, penampilan, dan aurat sebagai bagian dari identitas muslimah yang berakhlak mulia,” jelasnya.
Dia menyampaikan bahwa remaja muslimah saat ini harus memiliki kepercayaan diri sebagai perempuan muslim yang menjaga nilai-nilai Islam di tengah perkembangan zaman.
“Menjadi muslimah itu privilege. Cantik bukan hanya tentang penampilan, tetapi bagaimana seorang muslimah menjaga akhlak, ibadah, dan kehormatannya. Di era digital ini, muslimah harus cerdas menggunakan media sosial dan menjadikannya sebagai ladang amal serta sarana menyebarkan kebaikan,” ungkapnya.
Karakter Muslimah
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA SMP Muhammadiyah 12 GKB, Ain Nurwindasari, M.IRKH., menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana pembentukan karakter muslimah yang kuat secara spiritual maupun sosial.
“Baitul Arqam bukan hanya kegiatan menginap atau rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk membangun kesadaran siswi agar menjadi muslimah yang berakhlak mulia, disiplin dalam ibadah, dan mampu menjaga identitas dirinya di tengah tantangan zaman. Kami berharap pembiasaan yang dilatih selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Korbid Pembiasaan Putri kelas 7 dan 8, Nur Izzatus Sofiah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun dengan konsep pembiasaan dan refleksi diri agar peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga pengalaman spiritual secara langsung.
“Kami ingin para siswi merasakan suasana kebersamaan dalam ibadah, belajar saling mengingatkan dalam kebaikan, serta memahami bahwa menjadi muslimah itu adalah kemuliaan. Melalui forum diskusi, screening ibadah, dan qiyamul lail, siswa diajak lebih dekat kepada Allah sekaligus membangun kepedulian terhadap teman-temannya,” tuturnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, sekolah berharap para siswi mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjadi muslimah yang taat beribadah, berakhlak mulia, serta memiliki karakter disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah antarsiswa, membangun kepedulian sosial, serta membiasakan peserta untuk menjaga kehormatan diri sebagai muslimah di tengah perkembangan zaman. Dengan pembiasaan ibadah dan refleksi spiritual yang dilakukan selama kegiatan, diharapkan nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
“SMP Muhammadiyah 12 GKB berharap siswi mampu menjadi generasi muslimah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat menebar kebaikan di lingkungan sekitarnya,” harapnya. (*)
Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif.











