
Selawe.com – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai halaman SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School), Kamis pagi (11/6).
Seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5 hadir dengan mengenakan pakaian bertema warna-warni yang membuat suasana semakin meriah.
Aneka warna cerah yang dikenakan siswa berpadu dengan senyum dan antusiasme mereka dalam menyambut pembukaan Class Meeting setelah menuntaskan rangkaian Sumatif Akhir Tahun (SAT) dan Munaqasyah Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan yang digelar oleh Belian School tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk melepas penat setelah beberapa pekan berkonsentrasi menyelesaikan berbagai asesmen. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara pembukaan yang dikemas dengan menarik dan penuh semangat kebersamaan.
Salah satu agenda penting dalam pembukaan Class Meeting adalah pembacaan Janji Sportivitas. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sikap saling menghargai selama perlombaan berlangsung.

Pembacaan Janji Sportivitas dipimpin oleh Azkadia Brahmantia, siswa kelas 4 Cairo yang juga merupakan anggota IPM Kids. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, Azka memimpin seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5 mengucapkan janji yang berisi komitmen untuk mengikuti perlombaan secara jujur dan sportif.
Suara para siswa yang menggemakan Janji Sportivitas terdengar kompak dan penuh semangat. Mereka berjanji untuk menaati aturan perlombaan, menghormati keputusan juri, menghargai lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Menurut Azka, pembacaan Janji Sportivitas bukan sekadar seremonial pembukaan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh peserta agar senantiasa menjaga sikap selama mengikuti perlombaan.
“Harapannya, dengan membaca Janji Sportivitas, tidak ada yang curang dan semua peserta dapat berlomba dengan jujur serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Class Meeting, Ustadzah Gita, menjelaskan bahwa Janji Sportivitas sengaja dimasukkan dalam rangkaian pembukaan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Menurutnya, nilai sportivitas harus terus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Janji sportivitas ini disusun agar selama pertandingan para siswa dapat menjunjung tinggi kejujuran, saling menghargai, dan menerima hasil perlombaan dengan lapang dada,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Class Meeting bukan hanya ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar bekerja sama, mengelola emosi, serta menghargai usaha diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap melalui pembacaan Janji Sportivitas ini, seluruh peserta dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjaga persaudaraan antarkelas, serta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri, bukan semata-mata untuk meraih kemenangan,” tambahnya.
Dia menuturkan, pembacaan Janji Sportivitas menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sikap saling menghargai kepada siswa.
“Melalui ikrar tersebut, seluruh peserta Class Meeting diajak untuk mengikuti setiap perlombaan secara sportif, menaati aturan yang berlaku, serta menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan antarkelas selama kegiatan berlangsung,” katanya. (*)
Penulis Mamluqil Farihah. Editor Ichwan Arif.












