Liputan

Guru dan Karyawan Berlian Primary School Suguhkan Kejutan di Special Moment ke-12

15
×

Guru dan Karyawan Berlian Primary School Suguhkan Kejutan di Special Moment ke-12

Sebarkan artikel ini
Guru Berlian
Guru dan Karyawan mempersembahkan lagu untuk murid kelas VI di Spesial Moment ke-12

Selawe.com – Acara Special Moment ke-12 Berlian Primary School yang digelar Ahad (7/6/2026) di Aston Inn Gresik ditutup dengan penampilan istimewa dari para guru dan karyawan.

Sebanyak 19 guru dan karyawan membawakan dua lagu persembahan yang sukses menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi kejutan manis bagi siswa kelas VI dan orang tua.

Penampilan ini menjadi kali pertama guru dan karyawan tampil menyanyi dalam rangkaian Special Moment. Menariknya, konsep tersebut sengaja dirahasiakan dari siswa maupun orang tua sehingga menjadi kejutan spesial di penghujung acara.

Ketua Panitia Special Moment, Agnes Yulita Sari, S.Pd. menjelaskan bahwa penampilan tersebut dihadirkan sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan kebanggaan para guru kepada murid-muridnya.

“Penampilan guru dan karyawan ini kami hadirkan dengan harapan memberi ruang kepada guru dan karyawan Berlian Primary School untuk menyampaikan rasa bangga, kasih sayang, serta pesan dan nasihat sebagai orang tua di sekolah,” ungkapnya.

Penanggung jawab persembahan lagu, Alindatul Khusna, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pemilihan lagu karya Virgoun bukan tanpa alasan. Menurutnya, lagu tersebut memiliki makna yang sangat selaras dengan momen pertemuan emosional antara anak dan orang tua.

“Kami memilih lagu Virgoun karena maknanya sangat dalam. Cocok untuk momen saat anak-anak memeluk orang tua dan memberikan kejutan berupa hadiah spesial. Ada juga persembahan guru untuk anak-anak.

Lagu pertama liriknya kami ubah menyesuaikan pesan guru kepada murid. Judul aslinya Surat Cinta untuk Starla kami ubah menjadi Surat Cinta untuk Murid,” jelasnya.

Alinda menuturkan, lagu pertama dibawakan dengan gerakan tangan yang disesuaikan dengan lirik lagu. Sementara lagu kedua berjudul Saat Engkau Telah Mengerti dinyanyikan tanpa gerakan agar pesan lagu dapat tersampaikan lebih mendalam.

Di balik penampilan yang memukau tersebut, proses latihan ternyata tidak mudah. Alinda mengaku sempat kesulitan karena tidak memiliki latar belakang musik.

“Awalnya bingung bagaimana cara melatih nyanyi karena tidak paham musik. Tapi dengan terus mendengarkan lagunya, akhirnya bisa menyesuaikan ketukan nadanya.

Yang paling effort itu ketika mengumpulkan semua personel untuk latihan bersama karena guru dan karyawan sudah memiliki banyak pekerjaan. Alhamdulillah saat hari H hasilnya sangat berkesan,” tuturnya.

Guru kelas I, Mamluqil Farihah, M.Pd, juga mengungkapkan perasaannya menjelang tampil. “So happy, tapi ya dag-dig-dug. H-5 menit kami masih hafalan bersama di belakang panggung karena memang belum hafal banget dengan liriknya,” ujarnya sambil tersenyum.

Senada yang diungkapkan oleh guru asisten kelas I, Silva Santisa S.Pd “Dari latihan sudah grogi karena selain masih belum hafal benar liriknya dari latihan sampai H -1 masyaAllah takut kalau tiba-tiba blank di panggung”, tuturnya sambil tertawa lepas.

Hal serupa dirasakan guru kelas II Ellies Rahmawati, S.Pd. Ia mengaku awalnya menganggap penampilan tersebut hanya sebagai pengisi acara di akhir kegiatan.

“Awalnya saya merasa biasa saja. Saya anggap tampilan ini sebagai pengisi waktu di akhir acara. Tapi ketika hari H, di belakang panggung tangan tiba-tiba dingin sekali. Saya berpikir, ‘Bagaimana ini, dilihat orang se-Aston?” kelakar Ellies sambil tertawa mengingat momen tersebut.

Sementara itu, karyawan tata usaha Asmaul Khusna, A.Ma, yang akrab disapa Arti, mengaku tantangan terberat justru bukan rasa gugup.

“So excited. Saya kira hal terberat adalah menahan nervous, tetapi ternyata yang paling berat adalah menahan haru saat melihat penonton mengusap air mata,” katanya.

Momen haru memang tak terelakkan ketika lagu kedua dinyanyikan. Pada saat itu, seluruh murid diminta wali kelas untuk meninggalkan tempat duduk mereka untuk menghampiri orang tua masing-masing sambil membawa hadiah spesial yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Pertemuan hangat antara anak dan orang tua tersebut diiringi lagu Saat Engkau Telah Mengerti yang dibawakan para guru dan karyawan. Suasana ballroom pun berubah menjadi lautan haru.

Banyak orang tua tampak memeluk putra-putrinya dan mencium anaknya sambil meneteskan air mata bahagia.

Penampilan 19 guru dan karyawan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua.

“MasyaAllah keren ustadzah, beneran. Saya dari awal melihat sampai terpukau, sampai tidak melihat gerak anak-anak yang menuju meja orang tua mereka masing-masing,” komentar Amilatun Nadhifa ibunda Azalea Azzahra kelas VI Architect

Orang tua lainnya Shinta Setyowenging wali murid dari Assyifa Dewi Sekar Kinasih, kelas VI Biomedic juga mengaku tersentuh oleh persembahan tersebut.

“Terima kasih ustadz-ustadzah untuk lagunya. Benar-benar bikin meleleh hati para mama semua,” ujarnya.

Sementara itu, Endah Setyaningrum A.Md.A.K. orang tua Muhammad Atha Rasyid Pratama  kelas VI Doctor mengaku tidak menyangka akan ada kejutan berupa persembahan lagu dari guru dan karyawan.

“Saya tidak menyangka sebelumnya jika ada persembahan lagu dari guru dan karyawan. Saya berusaha menahan air mata agar tidak jatuh,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu, wali siswa dari Zahwa Qonita VI, Amin Azhar SKom mengaku cukup terharu saat anak-anak menghampiri orang tua. Ia menyampaikan momen itu sederhana, tetapi sangat menyentuh. “Sebagai orang tua, kami seperti diajak kembali mengingat perjalanan mendampingi anak sejak kecil hingga akhirnya berada di titik kelulusan ini,” katanya.

Ia menambahkan dari penampilan guru dan karyawan tersebut, kami menangkap bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua.

Ia merasakan adanya rasa bangga, kasih sayang, dan doa yang tulus dari para guru untuk masa depan anak-anak.

Konsep baru yang menghadirkan kejutan emosional di Special Moment ke-12 Berlian Primary School ini berhasil meninggalkan kesan mendalam dan menjadi kenangan yang akan lama tersimpan dalam hati siswa, guru, karyawan, maupun orang tua. (*)

Penulis Anita Firlyando. Editor Ichwan Arif.