
Selawe.com – Suasana acara Special Moment kelas VI SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) berlangsung semakin meriah dan penuh semangat dengan penampilan memukau dari OST Tapak Suci, Ahad (07/06/2026).
Penampilan yang disuguhkan oleh para siswa berhasil menarik perhatian para tamu undangan, orang tua, guru, serta seluruh siswa kelas VI yang hadir. Gerakan yang kompak dan penuh semangat mereka tunjukkan dengan memukau.
Pelatih tapak suci, Bima Ananda Prasetya menjelaskan bahwa persiapan untuk tampil pada acara special moment tidak dilakukan secara instan. Anak-anak telah menjalani latihan secara rutin selama kurang lebih satu bulan.
Pada kurun waktu tersebut, para siswa berlatih untuk memantapkan teknik gerakan, meningkatkan kekompakan tim, dan membangun rasa percaya diri agar mampu tampil maksimal di hadapan banyak penonton.
“Alhamdulillah, persiapan dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Dalam waktu tersebut anak-anak berlatih secara rutin untuk memantapkan gerakan, kekompakan, serta kepercayaan diri agar dapat memberikan penampilan terbaik pada acara wisuda,” ungkap pelatih.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Sejak awal penampilan, para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan gerakan yang tegas dan teratur.
Setiap rangkaian atraksi disusun dengan menarik sehingga penonton dapat menyaksikan beragam teknik dan keindahan seni bela diri tapak suci.
Penampilan diawali dengan salam nasional yang menjadi pembuka sekaligus simbol penghormatan kepada seluruh hadirin. Gerakan yang dilakukan secara serempak mencerminkan nilai-nilai disiplin dan rasa hormat yang selalu ditanamkan dalam latihan tapak suci.
Setelah pembukaan, penonton disuguhkan solo kreatif yang diperagakan oleh Azzahra Keisha Alfathunissa (4 Baghdad). Rasa penuh percaya diri, sapaan akrabnya Keisha menampilkan rangkaian gerakan yang memadukan keluwesan dan ketegasan.
Penampilannya mendapat apresiasi dari para tamu yang memberikan tepuk tangan meriah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan gerakan tunggal IPSI yang diperagakan oleh Muhammad Zhafran Al Fath (3 Al Farabi).
Dalam penampilan tersebut, Zafran sapaan akrabnya menunjukkan penguasaan teknik yang baik dengan gerakan yang rapi dan penuh konsentrasi. Setiap jurus yang diperagakan mencerminkan hasil latihan yang tekun dan disiplin.
Tidak berhenti sampai di situ, penonton kembali dibuat kagum melalui penampilan Bunga Rampai yang diperagakan oleh Nadinda Aurora Fitriandi (4 Baghdad) dan Risya Prilena Nurayni (5 Al Qolam.
Keduanya menampilkan gerakan yang harmonis dan selaras sehingga menciptakan pertunjukan yang menarik untuk disaksikan. Kekompakan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa latihan yang dilakukan bersama telah menghasilkan kerja sama yang baik.
Selanjutnya, giliran Dikta Beryl Aldrik Tri Wardana (4 Damaskus) dan Muhammad Fathan Al Ghifari (4 Baghdad) yang tampil dalam nomor Ganda Tangan Kosong.
Atraksi ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian karena menampilkan kombinasi teknik serangan dan pertahanan yang dilakukan secara berpasangan. Gerakan yang cepat, tepat, dan terkontrol membuat penonton terpukau sekaligus memberikan gambaran tentang kemampuan bela diri yang dimiliki para siswa.
Penampilan dipenutup, para siswa menampilkan beregu tapak suci yang merupakan gabungan beberapa jurus khas tapak suci.
Penampilan ini ditampilkan jurus harimau, jurus katak, jurus lembu, dan jurus merpati. Seluruh anggota tim tampil secara kompak dan penuh semangat. Gerakan yang seragam serta transisi antarjurus yang rapi menjadi puncak penampilan yang berhasil memukau seluruh hadirin.
Adapun jumlah siswa yang terlibat dalam penampilan Tapak Suci pada acara wisuda kali ini sebanyak delapan orang. Mereka adalah Azzahra Keisha Alfathunissa (4 Baghdad), Nadinda Aurora Fitriandi (4 Baghdad), Risya Prilena Nurayni (5 Al Qolam), Muhammad Fathan Al Ghifari (4 Baghdad), Dikta Beryl Aldric Tri Wardana (4 Damaskus), Muhammad Zhafran Al Fath (3 Al Farabi), Arsyfa Romeesa Pambudi (3 Al Khawarizmi), Rafqi Auliyan Assyaif (3 Ibnu Sina).
Kedelapan siswa tersebut menunjukkan dedikasi yang tinggi selama masa persiapan hingga akhirnya mampu memberikan penampilan terbaik di hari pelaksanaan.
Menurut pelatih, Bima Ananda Prasetya menyampaikan keberhasilan penampilan tersebut bukan hanya diukur dari kesempurnaan gerakan, tetapi juga dari keberanian para siswa untuk tampil di depan banyak orang. Kesempatan tampil dalam acara besar seperti wisuda menjadi pengalaman berharga yang dapat melatih mental, tanggung jawab, serta rasa percaya diri mereka.
“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur atas penampilan yang ditunjukkan oleh anak-anak. Mereka mampu menampilkan hasil latihan dengan baik, menunjukkan keberanian, kedisiplinan, serta kekompakan di depan banyak orang. Tentu masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan sebagai bagian dari proses belajar, namun secara keseluruhan mereka telah memberikan penampilan yang maksimal dan membanggakan,” tutur pelatih.
Pelatih berharap pengalaman tampil di acara wisuda dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang tapak suci.
“Semangat belajar yang tinggi, diharapkan mereka dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang sekaligus menjadi teladan bagi teman-teman lainnya. Penampilan tapak suci pada acara wisuda ini tidak hanya menjadi hiburan bagi para tamu undangan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ekstrakurikuler mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab. Melalui latihan yang tekun dan kerja sama yang baik, para siswa berhasil menghadirkan pertunjukan yang mengesankan serta meninggalkan kenangan indah dalam momen special moment kelas VI,” tuturnya. (*)
Penulis Ainun Nadhifah. Editor Ichwan Arif.












