Liputan

Fiqih Risallah: MGKB Schools Push The Limit and Make Sustainability

20
×

Fiqih Risallah: MGKB Schools Push The Limit and Make Sustainability

Sebarkan artikel ini
PCM GKB
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Gresik, Fiqih Risallah PhD menyampaikan peta jalan menuju sustainability school dalam upgrading guru dan karyawan MGKB Schools, Jumat (31/07/26).

Selawe.com – Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Gresik, Fiqih Risallah PhD menyampaikan peta jalan menuju sustainability school dalam upgrading  guru dan karyawan MGKB Schools, Jumat (31/07/26).

Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik itu menekankan konsep penyelarasan untuk dapat mencapai sustainability school. “Kami tidak ingin antar SD ke SMP ke SMA ada pemisah atau Gap. Sekarang jamannya sustainability,” ungkapnya.

Ia menyampaikan pentingnya mindset berkelanjutan dalam pengelolaan manajemen sekolah. “Maka njenengan yang di SD, SMP maupun SMA baik guru maupun karyawan harus memiliki mindset yang berkelanjutan,” tuturnya.

Mengawali langkah berkelanjutan, Fiqih menyebutkan bahwa semangat dan ikhtiar mengantarkan siswa menuju fitrah dirinya harus dimulai dari kita, para guru dan karyawan. Kembali kepada fitrah penciptaan. Artinya mendidik sesuai dengan usia dan mendampingi sesuai masa.

“Untuk SD silahkan ditancapkan baik-baik. Tugas kita adalah membantu anak-anak mengenali fitrahnya. Kuncinya pada transisi 123 dan 456,” sebutnya.

Tanggung jawab kita adalah membantu mengenali bakat siswa. “Karena bakatnya berbeda, meskipun njenengan guru wali tapi harus mampu menerima dan membantu pengembangan potensi masing-masing,” tambahnya.

Dari SD jenjang selanjutnya adalah SMP. Masa dimana guru dan karyawan berkolaborasi dan membangun atmosfer untuk mempercayai dan memberikan  ruang kepada murid untuk memilih dan memilah.

Sebagai guru dan karyawan dalam lembaga pendidikan mari kita pelajari bersama teori pedagogis, karena syarat menjadi guru yang baik adalah mengerti pedagogis perkembangan anak.

Sekolah menengah pertama atau SMP menjadi masa dimana murid hendaknya diberikan ruang eksplorasi dan berkreasi.

Masa SMA adalah masa untuk mengarahakan. Sebagai guru, penting untuk berupaya mendewasakan diri karena tugasnya adalah mengarahkan. Guru SMA berperan mengarahkan dan bukan penentu masa depan.

Bersyukur di Muhammadiyah GKB Schools khususnya di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik memiliki Pusat Layanan Psikologi dan Konseling atau PLPK.

Ini menjadi solusi atas fenomena yang kerap terjadi di SMA, yakni perbedaan keinginan dan kemampuan. Melalui PLPK, hal tersebut dapat dijawab secara ilmiah dan berdasarkan data.

“Kami bermimpi agar SD dan SMP segera memiliki psikolog sehingga dari sini kami berharap njenengan semua dengan adanya keterpaduan melalui skema berkumpul pada malam hari ini mulai menata kembali mindset kita masing-masing bahwa anak-anak dan njenengan juga memiliki bakat yang harus dikembangkan,” pungkasnya.

Sehingga ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mencoba membawa 4 sekolah kita sampai titik optimalnya. Pushing the limit. (*)

Penulis Fatma Hajar Islamiyah. Editor Ichwan Arif.