
Selawe.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio). Paris Akbar Suryadinata, siswa kelas XII-6, berhasil meraih silver medal dalam Lomba Esai Bahasa Arab pada ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026). Ajang tersebut mempertemukan siswa-siswa terbaik sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur untuk berkompetisi dalam berbagai bidang akademik, kreativitas, dan inovasi.
Paris mengaku bersyukur setelah namanya diumumkan sebagai peraih Silver Medal.
“Saya sangat senang, bahagia, dan terharu,” ungkap Paris.
Dalam kompetisi tersebut, Paris mengangkat esai berjudul, “Spiritualitas dan Algoritma: Pemimpin Muhammadiyah di Masa Depan.” Gagasan tersebut dipilih karena relevan dengan tema kepemimpinan yang diusung ME Awards 2026.
Paris menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, kemudahan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian agar generasi muda tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
Melalui esainya, Paris menawarkan empat solusi utama, yakni meningkatkan peran unit Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah, mengurangi kesenjangan digital antarwilayah, membatasi ketergantungan terhadap AI, serta membiasakan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.
“Tantangan terbesar bukan hanya menyusun tulisan dalam bahasa Arab, tetapi juga mencari solusi yang realistis sekaligus bagaimana solusi tersebut dapat diterapkan,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan esai, Paris mendapat pendampingan intensif dari guru pembimbing, Ustadzah Cindy Ciecielia Nurhalizah, S.Pd. Pendampingan tersebut membantu Paris menyempurnakan struktur bahasa Arab sekaligus mempertajam penyampaian gagasan dalam tulisannya.
Paris telah mempelajari bahasa Arab sejak duduk di bangku kelas VII SMP. Ia mengaku terbantu dengan kebiasaan menghafal kosakata sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Arab.
Dukungan orang tua, guru, teman, dan saudara turut menjadi modal penting selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Bagi Paris, kemampuan berbahasa Arab tidak hanya penting dalam konteks akademik, tetapi juga memiliki nilai keislaman karena bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an.
“Penguasaan bahasa Arab tidak hanya mendukung kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam,” ujarnya.
Pengalaman mengikuti ME Awards 2026 memberikan pelajaran penting bagi Paris tentang arti persiapan dan ketangguhan mental dalam sebuah kompetisi. Silver Medal yang diraihnya menjadi pijakan untuk menetapkan target berikutnya.
“Sekarang target saya Silver Medal sudah tercapai. Ke depan saya ingin meraih Gold Medal,” katanya optimis.
Paris berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan menulis dan menghasilkan karya ilmiah maupun esai berbahasa Arab melalui berbagai kompetisi.
Ia juga berpesan kepada pelajar yang ingin mengikuti ME Awards pada tahun berikutnya agar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
“Jangan lupa selalu berikhtiar dan berdoa,” pesannya.
Paris berharap pembelajaran bahasa Arab di sekolah Muhammadiyah maupun sekolah-sekolah di Indonesia dapat terus diperkuat. Menurutnya, penambahan jam pembelajaran bahasa Arab dapat memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkuat wawasan keislaman.
Prestasi Paris Akbar Suryadinata di ME Awards 2026 menjadi bukti bahwa ketekunan belajar, persiapan, dan keberanian untuk menuangkan gagasan mampu mengantarkan siswa Smamio berprestasi di tingkat provinsi. Capaian tersebut sekaligus menambah deretan prestasi akademik siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dan diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. (*)
Penulis Bagus Rifani Editor Sayyidah Nuriyah









