Liputan

Perkuat Komitmen Sekolah Bersinar, Spemdalas Kerja Sama dengan BNNK Gresik

12
×

Perkuat Komitmen Sekolah Bersinar, Spemdalas Kerja Sama dengan BNNK Gresik

Sebarkan artikel ini
Tes Urin
Guru Spemdalas (kanan) saat mendampingi petugas BNNK Gresik saat tes urin

Selawe.com – Sebanyak 50 murid SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik yang berlokasi di Jalan Jawa Nomor 60, Gresik Kota Baru (GKB), dinyatakan negatif narkoba setelah menjalani tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Tes urine dipimpin oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Gresik Basuki Risdiyanto, M.M. Pemeriksaan dilakukan menggunakan rapid test strip, yakni alat berbentuk strip celup yang digunakan untuk mendeteksi tujuh parameter zat.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 50 sampel urine, tidak ditemukan satu pun murid yang terindikasi menggunakan narkotika,” ungkap Basuki.

Mengajak Teman Menjauhi Narkoba

Salah satu murid Spemdalas, Ghifari Adhyastha Alfarizi dari kelas VIII Helium, mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat mengikuti tes urine tersebut.

“Alhamdulillah, bisa mengikuti tes urine,” ujarnya.

Menurut Ghifari, hasil pemeriksaan yang negatif menjadi pengingat sekaligus bekal untuk mengajak teman-temannya menjauhi narkoba.

“Hasil negatif ini menjadi bekal berharga untuk melarang teman-teman menggunakan narkoba, walaupun sedikit,” tuturnya antusias.

Sementara itu, Alaric Az Zahidi Ariwibowo, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemdalas periode 2026–2027, mengaku penasaran dengan prosedur pemeriksaan urine karena baru pertama kali mengikutinya.

“Awalnya, saya cukup penasaran tentang bagaimana prosedur tes urine yang tepat karena sebelumnya belum pernah melakukannya,” ungkapnya.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan, Alaric merasa lega dan bersyukur. Menurutnya, hasil tersebut menjadi kabar baik bagi lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, setelah mendengar hasil tes urine negatif narkoba, saya menjadi lega. Hal ini membuktikan bahwa murid Spemdalas tidak ada yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Nyaman tanpa Narkoba

Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., menyambut baik hasil pemeriksaan tersebut. Ia berharap hasil negatif ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus menjaga perilaku positif dan menjauhi narkoba.

“Alhamdulillah, ini menjadi pengingat bagi kita agar selalu istiqamah dalam kebaikan, salah satunya dengan menjauhi narkoba,” tuturnya.

Menurut Yugo, pelaksanaan tes urine sejalan dengan komitmen sekolah dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah menjaga murid agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Tes urine selaras dengan program sekolah untuk selalu menjaga murid-murid agar tetap aman dan terhindar dari narkoba,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh murid untuk terus menjaga diri dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Semoga murid-murid Spemdalas menjadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu menjauhi narkoba,” harapnya.

Perkuat Program Sekolah Bersinar

Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine bagi pelajar merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba melalui program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba).

Program tersebut diperkuat melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta deteksi dini melalui tes urine bagi pelajar.

BNNK Gresik mendorong agar berbagai upaya tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi juga mampu membangun kesadaran, ketahanan diri, dan keterlibatan aktif pelajar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Suharsi memaparkan empat poin strategis dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba.

Pertama, membangun imunitas sosial sejak dini. Pelajar perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya narkoba, jenis-jenis zat adiktif baru, serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan akademik.

Selain itu, penguatan keterampilan hidup (life skills) diperlukan agar murid memiliki ketahanan diri dan mampu mengatakan tidak terhadap narkoba, termasuk ketika menghadapi bujukan, tekanan teman sebaya, atau pengaruh negatif lingkungan pergaulan.

Kedua, mengedepankan deteksi dini dan pencegahan preventif. Tes urine tidak semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk penindakan, tetapi juga sebagai langkah antisipatif untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Dengan demikian, sekolah dapat terus memperkuat upaya pencegahan dan menjaga lingkungan pendidikan tetap aman.

Ketiga, mewujudkan ekosistem sekolah yang aman dan kondusif. Sekolah diharapkan menjadi kawasan pendidikan yang bersih dari peredaran gelap narkotika. Untuk mewujudkannya, diperlukan komitmen dan sinergi antara pihak sekolah, guru, orang tua, serta BNNK dalam mengawasi dan membimbing tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Keempat, melahirkan agen perubahan melalui edukasi teman sebaya (peer educator). Penguatan program Sobat Ananda Bersinar diharapkan dapat mendorong pelajar menjadi kader, pelopor, atau duta antinarkoba di lingkungan masing-masing. Para murid juga diharapkan mampu menyebarkan pesan positif tentang gaya hidup sehat tanpa narkoba kepada teman sebaya, keluarga, organisasi remaja, dan masyarakat. (*)

Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.