
Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) hari ke-5 di Spemdalas diisi dengan refleksi pembelajaran melalui quiz setelah penyampaian materi Fiqih.
Selawe.com – Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) hari ke-5 di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diisi dengan refleksi pembelajaran melalui quiz setelah penyampaian materi Fiqih.
Kegiatan ini dilakukan secara digital dengan memanfaatkan platform quiz yang dikerjakan siswa melalui ponsel masing-masing. Kamis, (12/3/2026).
Setelah materi Fiqih selesai disampaikan, panitia membagikan tautan quiz kepada seluruh peserta. Siswa kemudian mengakses link tersebut melalui ponsel mereka dan mengerjakan soal secara mandiri.
Quiz yang berisi sekitar 25 soal pilihan ganda ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus sebagai bentuk refleksi pembelajaran.
Suasana terlihat antusias ketika para siswa mulai mengerjakan quiz. Mereka berusaha menjawab setiap soal dengan cepat dan tepat agar memperoleh hasil terbaik.
Salah satu siswa kelas VII Brave, Hanaa Arraya Candra Putri mengungkapkan bahwa kegiatan quiz membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
“Menurut saya quiz ini seru karena dikerjakan lewat HP. Jadi seperti bermain game, tetapi sebenarnya kami sedang mengulang kembali materi Fiqih yang sudah dijelaskan sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Sie Acara PKDA, Fihalisa Mughi Tri Alya, S.Hum., menjelaskan bahwa refleksi pembelajaran melalui quiz memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang baru saja disampaikan.
“Tujuan utamanya adalah untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi Fiqih yang baru saja disampaikan. Karena Fiqih bersifat praktis dan aplikatif, quiz ini berfungsi sebagai pemeriksaan instan agar kami mengetahui apakah poin-poin penting seperti tata cara ibadah sudah dipahami dengan benar atau masih ada yang perlu diluruskan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan quiz berbasis digital dipilih agar kegiatan refleksi lebih menarik dan sesuai dengan kebiasaan siswa saat ini.
“Kami ingin menyesuaikan dengan ekosistem siswa yang dekat dengan teknologi. Penggunaan ponsel membuat evaluasi lebih interaktif, efisien, sekaligus paperless. Selain itu, fitur skor yang muncul secara langsung juga memberikan sensasi kompetisi yang sehat bagi siswa,” tambahnya.
Menurutnya, respon siswa terhadap kegiatan ini sangat positif dan mampu membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.
“Siswa terlihat jauh lebih bersemangat ketika menghadapi quiz digital dibandingkan tes tertulis biasa. Ada dorongan kompetisi untuk meraih nilai terbaik, sehingga mereka lebih fokus saat menjawab pertanyaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan refleksi quiz ini, panitia berharap siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga memahami esensi materi Fiqih yang telah dipelajari. Hasil quiz juga menjadi bahan evaluasi bagi pemateri untuk mengetahui bagian materi mana yang perlu ditekankan kembali pada pertemuan berikutnya.
Ke depan, tegasnya, kegiatan quiz refleksi ini direncanakan akan terus digunakan pada setiap akhir materi PKDA sebagai salah satu cara untuk memperkuat pemahaman siswa.
Selain membantu siswa, sambungnya, mengingat kembali materi, refleksi ini juga mendorong mereka untuk menyadari bagian mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih perlu dipelajari lebih lanjut. (*)
Penulis Risma Oktavia. Editor Ichwan Arif












