Liputan

Deep Talk Ramadan di Mugeb: Penguatan Wudhu dan Sholat Sesuai HPT

9
×

Deep Talk Ramadan di Mugeb: Penguatan Wudhu dan Sholat Sesuai HPT

Sebarkan artikel ini

Kajian Deep Talk Ramadan di SD Muhammadiyah 1 GKB membahas wudhu dan sholat sesuai HPT Muhammadiyah, memperkuat pemahaman fikih ibadah praktis guru dan karyawan.

Selawe.com – Mengisi momentum bulan suci dengan penguatan ideologi, guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) mengadakan kajian rutin Deep Talk with Ramadhan, Senin (16/03/26).  Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Gresik, Ustadz Tajun Nashir, Lc., M.Pd., sebagai narasumber utama.

Mengangkat tema “Wudhu dan Sholat Sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT)”, pertemuan ini bertujuan memantapkan pemahaman fikih ibadah praktis bagi para pendidik agar selaras dengan tuntunan resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dalam paparannya, Tajun menjelaskan bahwa wudhu secara istilah merupakan bagian dari thaharah yang bersifat hissi (fisik).

Ia menekankan bahwa landasan utama bersuci ini bertumpu pada empat anggota tubuh yang termaktub dalam Al-Qur’an. “Wudhu difokuskan pada empat bagian tubuh utama, yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki,” terangnya di hadapan para peserta.

Dia juga merinci perbedaan antara rukun dan sunnah. Selain niat yang menjadi pondasi, ia memaparkan rangkaian teknis mulai dari membaca basmallah, bersiwak, hingga anjuran berkumur secara mubalaghah (sungguh-sungguh).

Terkait mengusap kepala, Tajun menjelaskan fleksibilitas yang diatur dalam HPT. “Ada dua metode yang bisa dipilih; mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, atau cukup mengusap area ubun-ubun bagi mereka yang mengenakan sorban,” imbuhnya.

Menjaga Kualitas Sholat Melalui Tuma’ninah

Tak hanya wudhu, sesi ini turut mengupas tuntas syarat sah dan rukun sholat. Tajun mengingatkan pentingnya kesucian dari hadas maupun najis, menutup aurat, serta ketepatan waktu sebelum memulai sholat.

Dalam aspek teknis gerakan, ia memberikan catatan khusus pada posisi tubuh dan ketenangan (tuma’ninah). “Sholat diawali dengan berdiri tegak dan niat tulus karena Allah. Saat bersedekap, posisi tangan diletakkan di dada tanpa diangkat terlalu tinggi,” jelasnya.

Ia juga membedah rukun sholat secara sistematis. Mulai dari kewajiban membaca Surah Al-Fatihah di setiap rakaat hingga posisi punggung yang harus lurus sempurna saat rukuk. Kemudian, ia juga menekanan juga pada posisi jari telunjuk saat tasyahud sebagai salah satu identitas praktik ibadah yang sering menjadi ruang diskusi jamaah.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan ibadah yang ditemui dalam keseharian maupun saat membimbing siswa di sekolah.

Melalui pemaparan ini, diharapkan seluruh guru dan karyawan Mugeb Primary School tidak hanya menjalankan ritual sebagai rutinitas fisik, namun benar-benar memahaminya berdasarkan landasan hukum yang kokoh dalam HPT. (*)

Penulis Novita Zahiroh Editor Sayyidah Nuriyah