
Selawe.com – Suasana ruang kelas di SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) mendadak terasa berbeda, Rabu (4/3/2026).
Melalui layar, para siswa diajak menembus batas geografis, menjelajahi salah satu pusat peradaban ilmu Islam dunia—Universitas Islam Madinah—dalam kegiatan International Virtual Field Trip bertema “Dream Big: Discovering a World of Knowledge at the Islamic University of Madinah.”
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Fiqih Risallah, Ph.D., Ketua PCIM Arab Saudi Dicky Zulkarnain Tamy, BIRKH., serta Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Madinah Muhibbuddin.
Sebanyak 65 siswa yang tergabung dalam IPM Kids, Kader Sang Pencerah, Kader Al-Ma’un, dan Kader Tiwisada mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Para siswa mengikuti dari kelas masing-masing, sementara kepala dan wakil kepala sekolah menyimak dari ruang rapat melalui layar smart television yang terhubung dengan Zoom Meeting.
Kepala Berlian Primary School, Farikha, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas negara yang memberikan pengalaman belajar berharga bagi siswa.
Ia menuturkan, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan virtual, tetapi bagian dari upaya menanamkan semangat menuntut ilmu dan kecintaan terhadap tanah suci umat Islam.
“Kami menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas kesempatan ini. Meski dilakukan secara virtual, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan merindukan tanah suci,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi bagian dari proses kaderisasi sejak dini agar siswa kelak tumbuh menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi Muhammadiyah dan umat Islam secara luas.
Kegiatan semakin bermakna ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan lagu Qolbi Fil Madinah yang dipopulerkan oleh Maher Zain dan Harris J, sebagai pembuka suasana yang sarat nilai spiritual.
Dipandu langsung oleh Ketua PRIM Madinah Muhibbuddin, siswa diajak berkeliling secara virtual ke berbagai gedung dan fasilitas di Universitas Islam Madinah.
Penjelasan disampaikan secara interaktif, memberikan gambaran nyata tentang kehidupan akademik di salah satu universitas Islam terkemuka tersebut.
Perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi—siang di Gresik dan pagi di Madinah—justru menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memperkaya wawasan siswa tentang dunia global.
Sepanjang kegiatan, antusiasme siswa tampak tak surut. Mereka menyimak setiap penjelasan dengan penuh perhatian, sekaligus merasakan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.
Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukan lagi penghalang dalam pendidikan. Dengan sentuhan teknologi dan kolaborasi internasional, ruang kelas dapat menjelma menjadi jendela dunia—mengantarkan siswa menjelajah ilmu, budaya, dan peradaban tanpa harus meninggalkan tempat duduk mereka. (*)
Penulis Waviq Amiqoh. Editor Ichwan Arif.












