
Ilustrasi Kuncinya, Lakukan dengan Serius dan Berulang (AI)
Selama kita melakukan segala sesuatu dengan serius secara berulang, tanpa kita sadari akan meningkatkan kemampuan dan secara otomatis akan menambah rasa percaya diri.
Oleh Achmad Indra Baskoro, S.Psi.; guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
Selawe.com – Memiliki rasa percaya diri merupakan salah satu syarat yang diperlukan setiap orang untuk tumbuh menjadi lebih baik, termasuk pada remaja.
Banyak cara untuk memupuk rasa percaya diri pada pelajar, mulai ikut organisasi OSIS/IPM, ikut kegiatan ekstra di sekolah atau kegiatan/komunitas pengembangan ketrampilan di luar lingkungan sekolah.
Karena seringkali remaja akan memiliki rasa percaya diri saat mereka memiliki keterampilan. Dengan mengikuti komunitas yang melatih keterampilan maka seiring berjalan waktu, ketrampilan atau kemampuan akan berkembang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya rasa percaya diri.
Bagaimana untuk menumbuhkan rasa percaya diri apabila ada remaja yang tidak suka ikut organisasi atau tidak tertarik untuk ikut komunitas? Sebetulnya banyak cara untuk memupuk rasa percaya diri, termasuk pada saat proses pembelajaran.
Contoh yang paling sederhana, selama proses belajar entah berapa kali tugas yang diberikan. Pertama kali menerima atau mengerjakan tugas akan muncul perasaan berat, kesulitan dan lain sebagainya.
Namun seiring jumlah tugas yang diterima kita akan merasa lebih tenang, lebih bisa mengatur waktu. Kuncinya adalah selama kita melakukan segala sesuatu dengan serius secara berulang, tanpa kita sadari akan meningkatkan kemampuan dan secara otomatis akan menambah rasa percaya diri. Ingat, kuncinya adalah lakukan dengan serius dan berulang.
Mudah ya? Enggak! Karena tidak semua mau mengerjakan dengan serius. Contohnya, kebiasaan mencontek.
Mungkin terkesan sepele namun kebiasaan ini akan sangat menghambat bahkan membunuh rasa percaya diri. Terkesan mudah, cepat dan no effort.
Kenapa bisa seperti itu? Mencontek adalah sebuah jalan pintas untuk berharap mendapatkan hasil yang maksimal – karena secara umum mencontek pasti memilih teman yang dianggap lebih pintar.
Kondisi ini tidak akan berjalan dalam jangka waktu yang Panjang, tidak selamanya teman akan mau berbagi jawaban terutama untuk moment yang penting. Misal seleksi masuk sekolah favorit, bisa dipastikan tidak akan ada yang mau membagi jawaban.
Fase yang lebih buruk ketika rasa percaya diri tidak berkembang adalah ketergantungan dalam menjalani sebuah proses.
Bukan tidak mungkin ketika dihadapkan pada sebuah tugas, kita mencontek kepada teman yang sebenarnya secara kemampuan tidak lebih baik atau bahkan dibawah kita.
Semakin lama kita membudayakan mencontek akan membuat kita tergantung kepada oranglain yang bisa saja secara kemampuan berada dibawah kita dan akan mempersulit kita untuk menggali, mengasah dan memaksimalkan potensi yang kita miliki.
So, ingin menjadi pribadi yang lebih baik? Kita mulai dengan berani mengakui kelamahan dan berproses untuk terus belajar memperbaiki kekurangan dan berhenti mencari jalan pintas untuk mendapat hasil yang baik dengan mencontek. (*)
Editor Ichwan Arif.












