
SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik ditetapkan sebagai sekolah model pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI)
Selawe.com — SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) Gresik resmi menjadi sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan AI berdasarkan Keputusan Dirjen PAUD Dikdasmen Nomor 0010 Tahun 2026 tertanggal 12 Maret 2026. Penetapan ini diberikan kepada satuan pendidikan yang dinilai siap mengimplementasikan pembelajaran bermakna, sekaligus menjadi pusat praktik baik dan inovasi pendidikan.
Kepala sekolah, Fony Libriastuti, M.Si, menyatakan penunjukan tersebut menjadi arah pengembangan sekolah ke depan. “Sekolah model tidak hanya fokus pada akademik, tetapi mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning), kelas digital, serta pengenalan koding dan Artificial Intelligence (AI),” terangnya.
“Tujuannya menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya, lantas berharap Mugeb Primary School dapat konsisten dalam menjalankan program tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Siti Latifah, S.Pd, menjelaskan bahwa kesiapan sekolah tidak terlepas dari implementasi koding yang telah dilakukan lebih awal.
“Pembelajaran koding sudah kami laksanakan sejak 2021. Artinya sekarang memasuki tahun kelima. Kami mulai dari kelas 3 sampai 6, sedangkan dari dinas hanya untuk kelas 5 dan 6,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran juga diperkuat melalui pendekatan bernalar kritis yang dikemas dalam proyek STEAM sebagai tugas akhir siswa kelas 6.
“Pendekatan ini menjadi salah satu ciri dari pembelajaran mendalam, karena siswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga memecahkan masalah dan menghasilkan karya,” tambahnya.

Mugeb Sekolah Unggul
Lebih lanjut, Latifah mengungkapkan bahwa sekolah juga telah ditetapkan sebagai sekolah unggul oleh Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Unggul artinya ada sesuatu yang lebih yang tidak dimiliki sekolah lain,” tegasnya.
Keunggulan tersebut diwujudkan melalui integrasi kurikulum nasional, Muhammadiyah, dan Cambridge yang diterapkan di seluruh jenjang tanpa pengelompokan kelas, sehingga seluruh siswa mendapatkan pengalaman belajar yang setara. Selain itu, sekolah juga memperkuat program pembiasaan karakter serta mencatat berbagai prestasi siswa.
Dengan penetapan ini, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga rujukan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan pengalaman di tingkat sekolah dasar. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah











