Liputan

Peringatan Isra Mikraj Smamio Kupas Peristiwa Ini melalui Tujuh Dimensi

35
×

Peringatan Isra Mikraj Smamio Kupas Peristiwa Ini melalui Tujuh Dimensi

Sebarkan artikel ini
Smamio
Ustadz M. Taufiq M.Pd. Ketua Pimpinan Cabang Manyar ini ajak meneladani perjalanan spiritual Rasulullah pada peringatan Isra Mikraj Smamio, Kamis (15/1/2026)

Selawe.com – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik menghadirkan narasumber Ketua Pimpinan Cabang Manyar ustadz M. Taufiq M.Pd., Kamis (15/1/2026).

Dalam materinya, dia mengajak audiens meneladani perjalanan spiritual Rasulullah. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Mizan Smamio yang diikuti siswa kelas X dan XI, serta guru Smamio ini, dia menjelaskan Isra Mikraj merupakan peristiwa yang menjadi inspirasi iman dan ibadah.

“Selain iman dan ibadah, juga akhlak bagi generasi muda,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras Berlian Primary School ini, tegas.

Dia menuturkan, peristiwa Isra Mikraj tidak bisa didekati dengan pendekatan ilmiah karena berada di luar hukum alam yang biasa kita amati. Ini adalah manifestasi kekuasaan Allah yang mutlak, yang menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk hukum alam.

“Peristiwa ini melampaui logika ilmiah,” lanjutnya.

Peristiwa ini juga bisa dijelaskan melalui tujuh dimensi, antara lain dimensi spiritual, dimensi sosial, dimensi akhlak, dimensi sains dan teknologi, dimensi tanda kekuasaan Allah, dimensi dzikir dan pikir, serta dimensi membumi (insan kamil).

Dari dimensi spiritual, mandat salat lima waktu adalah inti dari peristiwa ini. Salat adalah Mikraj (naik ke tempat tinggi) bagi mukmin, simbol hubungan vertikal dengan Allah SWT. Dalam dimensi sosial, Isra Mikraj menunjukkan kebersamaan dan akrabnya Nabi Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Musa, yang memberikan saran, memperlihatkan kesinambungan risalah dan persaudaraan antarnabi.

Sudut pandang dimensi akhlak, peristiwa ditawarkannya susu dan arak kepada Rasulullah adalah simbol pilihan dalam hidup. Manusia bebas memilih jalan hidup, dan pilihan yang baik (susu) mencerminkan kehidupan yang bersih dan bermutu, seperti lebah yang hanya mengambil yang baik dari bunga.

Bagi dimensi sains dan teknologi, mukjizat ini menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan Sains,  teknologi transportasi dan komunikasi, menunjukkan potensi manusia untuk melampaui “batasan” dengan izin Allah SWT.

Begitu pula dengan dimensi tanda kekuasaan Allah peristiwa ini adalah peristiwa superpower yang luar biasa. Semuanya bisa jadi multilaboratorium,  dimensi dzikir dan pikir sesuai dengan surat Ali Imran ayat 190-191 yang intinya bahwa seseorang yang beriman dan merenungi penciptaan langit dan bumi akan selalu mengingat Allah SWT dengan menyampaikan pujian dan doa kepada-Nya.

“Dengan menyadari keajaiban ciptaan-Nya, seorang muslim akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta dimensi membumi (insan kamil) menjelaskan integritas tiga aspek dalam hidup manusia yaitu iman, ilmu, dan amal,” katanya. (*)

Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif.