Liputan

Persiapan Checkpoint: Spemdalas Reinforcement Test Kelas IX ICP

53
×

Persiapan Checkpoint: Spemdalas Reinforcement Test Kelas IX ICP

Sebarkan artikel ini
ICP Spemdalas
Persiapan Checkpoint: Spemdalas Reinforcement Test Kelas IX ICP

Selawe.com – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik melalui pelaksanaan Reinforcement Test bagi siswa kelas IX International Class Program (ICP).

Kegiatan ini diikuti oleh dua kelas, yakni ICP 1 (9 Granada) dan ICP 2 (9 Hadramaut), sebagai bagian dari persiapan menuju evaluasi internasional.

Reinforcement Test dilaksanakan selama tiga hari, Rabu–Jumat, 4–6 Februari 2026. Ujian ini dirancang tidak sekadar sebagai tes, tetapi sebagai sarana penguatan konsep dan pemetaan kesiapan akademik siswa sebelum menghadapi Cambridge Lower Secondary Checkpoint (May Series) 2026.

Soal-soal yang digunakan mengacu pada past papers Cambridge dari tahun-tahun sebelumnya yang disediakan oleh Cambridge ID 110 Universitas Negeri Malang, sehingga selaras dengan standar dan karakter ujian internasional yang sesungguhnya.

Tiga mata pelajaran utama yang diujikan meliputi English, Mathematics, dan Science—bidang kompetensi inti dalam Program Kelas Internasional.

Ketiganya menuntut penguasaan bahasa Inggris, ketelitian berpikir, serta kemampuan analitis dan ilmiah. Selama pelaksanaan, suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif dengan pendampingan guru pengawas yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Koordinator International Class Program SMP Muhammadiyah 12 GKB, Wiwik Indrawati, S.Pd, menjelaskan bahwa Reinforcement Test memiliki peran strategis dalam proses pembelajaran siswa ICP.

“Reinforcement Test ini bertujuan untuk mengukur kesiapan akademik siswa kelas IX dalam menghadapi Cambridge Lower Secondary Checkpoint (May Series) 2026,” tuturnya.

Hasilnya, lanjutnya, digunakan untuk memetakan kemampuan siswa sebagai dasar penyusunan program perbaikan dan penguatan pembelajaran.

Lebih lanjut, Wiwik menyampaikan bahwa pelaksanaan Reinforcement Test difokuskan terlebih dahulu pada kelas IX ICP agar evaluasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap pada jenjang di bawahnya sebagai persiapan menghadapi International Progression Test,” jelasnya.

Hasil tes nantinya akan dianalisis dan dirangkum dalam laporan evaluasi internal sebagai bahan refleksi guru dan sekolah dalam menentukan strategi pendampingan belajar yang paling sesuai bagi siswa.

Dari sudut pandang siswa, Reinforcement Test menjadi momentum untuk mengukur kesungguhan belajar. Kirana Ralia Putri Dharmawan, siswi kelas 9 ICP 2, mengungkapkan persiapan yang telah ia lakukan.

“Aku mempersiapkan diri dengan me-review materi checkpoint sebelumnya dan membaca ulang catatan dari guru. Aku juga rutin latihan soal Cambridge dari worksheet dan buku latihan,” ujarnya.

Jika menemui kesulitan, Kirana memilih berdiskusi dengan teman atau bertanya langsung kepada guru, serta belajar sedikit demi sedikit setiap hari agar tidak menumpuk menjelang tes.

Kirana juga membagikan strategi belajarnya secara terbuka. “Strategiku fokus memahami konsep, bukan sekadar menghafal. Aku membuat rangkuman materi dan latihan soal pakai timer supaya terbiasa mengatur waktu,” jelasnya.

Dia menuturkan, bagian yang sering salah aku ulangi terus sampai benar. Intinya, kesalahan yang sama tidak boleh terulang.

Dari ketiga mata pelajaran, Mathematics menjadi tantangan terbesar baginya. “Matematika butuh ketelitian tinggi. Kalau salah di awal, hasil akhirnya bisa ikut salah. Karena itu aku harus lebih banyak latihan dan mengecek jawaban dengan teliti,” ungkapnya jujur.

Meski demikian, Kirana tetap optimis. “Aku berharap bisa mendapatkan hasil terbaik sesuai usaha yang sudah aku lakukan. Semoga nilai Reinforcement Test ini bisa menunjukkan perkembanganku dan menjadi bekal yang baik untuk Cambridge Checkpoint nanti,” tutupnya.

Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.