
Selawe.com – Membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya menjadi aktivitas di dalam kelas. Ia perlu dibiasakan, dilancarkan, dan dihadirkan dalam keseharian. Semangat inilah yang dibangun SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik melalui program Qur’an Time bagi murid kelas VII, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 12.45–15.30 WIB tersebut dipusatkan di lantai 2 Masjid Taqwa Spemdalas. Sebanyak 268 dari 275 murid kelas VII atau 97,45 persen mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membumikan sekaligus menguatkan hafalan Al-Qur’an.
Murid kelas VII yang terbagi dalam sembilan kelas mengikuti kegiatan dengan pendampingan dua ustadz/ustadzah pada setiap kelas. Mereka membawa Al-Qur’an, mengenakan pakaian muslim-muslimah, serta membawa mukena bagi murid perempuan.

Murojaah dan Simak Al-Baqarah
Qur’an Time dimulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan diawali dengan murojaah sesuai target hafalan masing-masing kelas, kemudian dilanjutkan dengan membaca dan menyimak Surat Al-Baqarah Juz 1.
Para pendamping tidak hanya menyimak hafalan, tetapi juga membimbing murid ketika menemukan kesalahan dalam bacaan. Suasana dibuat menyenangkan melalui berbagai aktivitas seperti sambung ayat dan tebak surat.
Siti Uswatul Jannah, S.Pd., Koordinator Tahfidz, Tarjim, dan Tahsin Spemdalas, menjelaskan bahwa Qur’an Time memiliki beberapa materi utama.
“Materi Qur’an Time antara lain murojaah sesuai target hafalan kelas, motivasi, dan baca simak Surat Al-Baqarah,” jelasnya.
Menurut Uswatul, program ini memiliki target agar murid mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sekaligus mencapai target hafalan yang telah ditentukan.
“Target kami murid mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, setor hafalan sesuai target, dan disimak oleh pendamping secara bergantian,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kreativitas pendamping menjadi salah satu kunci agar kegiatan tidak terasa monoton.
“Beberapa upaya dilakukan pendamping agar Qur’an Time menyenangkan, di antaranya dengan sambung ayat dan tebak surat,” terangnya.
Belajar Al-Qur’an dengan Gembira
Bagi murid, Qur’an Time bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi target hafalan. Pendampingan yang dilakukan para ustadz dan ustadzah membuat proses belajar Al-Qur’an terasa lebih menyenangkan.
Dafi Thariq Maulan Putra Dinas, murid kelas 7 Al Ghazali, mengaku menikmati kegiatan tersebut.
“Qur’an Time menyenangkan. Gurunya sabar membimbing mengaji karena selalu menyimak dan membenarkan jika ada yang salah,” tuturnya.
Hal senada disampaikan M. Naufal Hanani Fakhruddin, murid kelas 7 Al-Battani. Ia menyebut Ustadz Bagus mendampingi kelompoknya dan menyimak bacaan Surat Al-Baqarah Juz 1.
“Beliau menyimak bacaan Surat Al-Baqarah Juz 1, ayat 1–141,” ujarnya.
Naufal pun mengaku senang mengikuti Qur’an Time karena mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Saya senang mengikuti Qur’an Time karena bisa lebih banyak membaca Al-Qur’an,” katanya.
Tidak Sekadar Menghafal
Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Ustadzah Ain Nurwindasari, M.IRKH., menjelaskan bahwa Qur’an Time merupakan bagian dari program ISMUBA tahun pelajaran 2026/2027.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kedekatan murid dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca dan menghafal secara konsisten.
“Qur’an Time merupakan bagian dari program ISMUBA 2026/2027 yang bertujuan membiasakan siswa untuk dekat dan berinteraksi dengan Al-Qur’an,” terangnya.
Lebih dari sekadar mengejar jumlah hafalan, murid juga diarahkan untuk memahami keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
“Siswa diharapkan dapat menambah hafalan, memahami keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta menyadari bahwa membaca Al-Qur’an itu menyenangkan dan menghafalnya merupakan hal yang mudah jika dilakukan dengan istiqamah,” jelasnya.
Ain berharap kebiasaan yang dibangun melalui Qur’an Time tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Interaksi dengan Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari murid.
“Kami juga berharap hafalan Al-Qurannya bertambah, serta kemampuan dan kelancaran membaca Al-Qur’an semakin meningkat,” ungkapnya. (*)
Penulis Mochammad Nor Qomari Editor Sayyidah Nuriyah












