
Selawe.com – Mendung yang menggelayuti langit Gresik tak sanggup memadamkan api semangat di SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School). Atmosfer hangat justru menjalar ke seluruh penjuru sekolah saat para siswa menyambut hari perdana semester dua tahun pelajaran 2025/2026, Senin, 5 Januari 2026. Keceriaan yang terpancar dari wajah mereka seolah menjadi bahan bakar baru untuk memulai petualangan akademik yang lebih menantang.
Ratusan siswa dari kelas I hingga VI memadati Sport Center Mugeb untuk merayakan momentum kembali ke sekolah. Duet pembawa acara, Raden Panji Hartono dan Alifia Natasya Rahmah Izzah, sukses menghidupkan suasana melalui rangkaian doa dan lantunan Asmaulhusna yang menggema penuh tenaga. Panggung acara pun tampil apik dengan dekorasi balon biru-putih dan spanduk bertajuk “Welcome Back to School” sebagai simbol dimulainya babak baru perjuangan mereka.
Kepala Sekolah Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Psi hadir membawa pesan-pesan inspiratif untuk memantik api motivasi anak didiknya. Ia menekankan bahwa enam bulan ke depan adalah masa krusial bagi siswa sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, keselarasan antara semangat guru dan murid merupakan kunci utama dalam meraih keberhasilan proses belajar-mengajar.
“Ustaz dan ustazah sudah menantikan belajar dan bermain bersama anak-anak semua di semester dua ini. Jadilah putra-putri pembelajar, karena ustaz dan ustazah juga guru pembelajar. Jika ustazahnya semangat belajar, maka anak-anak pun harus ikut semangat,” tutur Fony saat memberikan sambutan di hadapan para siswa.
Lepas Belenggu Gawai Demi Prestasi Gemilang
Fony juga menaruh perhatian besar pada fase transisi siswa dari libur panjang menuju rutinitas akademik. Salah satu isu yang ia soroti adalah kecenderungan meningkatnya durasi penggunaan gawai selama masa liburan. Ia mengajak para siswa untuk mulai mengerem aktivitas digital tersebut dan beralih fokus pada interaksi nyata yang lebih seru di dalam ruang kelas.
“Siapa yang pas liburan main gadget? Mulai hari ini sudah harus mulai kurangi, ya,” pesan Fony kepada para siswa yang menyimak dengan saksama.
Selain persoalan gawai, kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap barang pribadi menjadi materi penting dalam arahannya. Fony menantang para siswa untuk melampaui capaian prestasi di semester sebelumnya. Ia menyisipkan pesan sederhana namun mendalam tentang kemandirian, seperti menjaga keutuhan alat tulis agar tidak terus-menerus hilang sebagai bentuk rasa tanggung jawab.
“Selamat belajar, bermain, dan menggapai cita-cita di semester dua ini. Tingkatkan lagi nilai yang kemarin sudah bagus. Yang biasanya beli pensil hari Senin, lalu Selasa sudah hilang, target di semester dua ini pensilnya harus utuh. Jaga agar tidak sampai hilang. Semoga seluruh harapan dan cita-cita anak-anak terkabulkan,” harapnya penuh optimisme. (*)
Penulis Mar’atus Sholichah Editor Sayyidah Nuriyah











