
Selawe.com – SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) mengadakan kegiatan tahunan International Day dengan tema budaya Jepang, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini diketuai Dyah Nurmalita Sari, S.Pd. dan diikuti oleh seluruh siswa kelas I-VI.
Pada International Day tahun ini, siswa mengikuti tiga aktivitas utama, yaitu membuat kipas, origami, dan belajar menulis huruf Jepang (Katakana).
Setiap kegiatan diselenggarakan di booth yang berbeda. Booth Katakana berlokasi di area parkir Berlian Primary School dan diikuti secara bergiliran oleh siswa setiap dua jenjang kelas, yaitu kelas I-IV serta kelas V-VI.
Kegiatan menulis huruf Katakana dipandu oleh tiga mahasiswa Sastra Jepang dari Universitas Airlangga (Unair), yaitu Kak Ara, Kak Rey, dan Kak Ala. Kak Ara menjelaskan bahwa di Jepang terdapat tiga jenis huruf, yaitu Hiragana, Katakana, dan Kanji.
“Pada kegiatan ini, adik-adik akan belajar menulis huruf Katakana,” ujarnya.
Tahapan penulisan dipandu oleh Kak Ara dan Kak Rey secara bergantian. Siswa diajak menulis kata kurasu yang berarti kelas. Dijelaskan bahwa dalam bahasa Jepang tidak terdapat huruf L, sehingga diganti dengan bunyi R.
Selain itu, siswa juga dikenalkan pada urutan penulisan huruf Jepang yang ditulis dari atas ke bawah, bukan dari samping.
Setiap siswa mendapatkan selembar kertas untuk menuliskan nama kelas masing-masing dalam huruf Katakana. Beberapa di antaranya adalah kelas 5 Ar Rahman yang ditulis Arurōman, kelas 5 Al Mulk menjadi Arumurukku, kelas 5 Al Qolam ditulis Arukoramu, dan kelas 5 Al Ma’arij menjadi Arumaarijji.
Sementara itu, kelas 6 Architect ditulis Arushitekku, kelas 6 Biomedic menjadi Baiomedikku, kelas 6 Consultant menjadi Konsarutanto, dan kelas 6 Doctor ditulis Dokutā.
Kak Ala turut menjelaskan perbedaan cara penulisan dan pembacaan huruf kecil tsu, yang sering muncul dalam penulisan kata berakhiran dobel konsonan.
Perbedaan tersebut terlihat pada penulisan nama kelas 5 Ar Rahman dan kelas 6 Architect, meskipun terlihat serupa, tetapi memiliki urutan penulisan dan cara baca yang berbeda.
Sebagai penutup kegiatan, Kak Ara menyampaikan bahwa kelas yang mampu menyuarakan jargon kelasnya menggunakan bahasa Jepang dengan tulisan paling rapi akan mendapatkan tanda cinta pada kertasnya.
Pada kegiatan ini, kelas 6 Doctor berhasil menjadi pemenang dan disambut sorak gembira oleh para siswa. (*)
Penulis Alsalimatus Sa’diyah. Editor Ichwan Arif.












