Liputan

Sikap dan Perilaku Kader Dijelaskan di HW Camp Spemdalas

49
×

Sikap dan Perilaku Kader Dijelaskan di HW Camp Spemdalas

Sebarkan artikel ini
kader HW
Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik bidang Ismuba Hudzaifaturrahman, S.Th.I. saat menyampaikan materi HW Camp SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (7/11/2025).

Selawe.com – Membina akhlaq menjadu salah satu alasan menjadi kader Hizbul Wathan (HW) disampaikan oleh Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Ismuba Hudzaifaturrahman, S.Th.I. dalam acara HW Camp SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dengan tema Leadership Starts with You — Inspire, Influence, Impact, Jumat (7/11/2025).

Di depan siswa kelas VII, dia menyampaikan kita harus bangga menjadi kader HW. “Mengapa?” Dia menerangkan Kikta harus bangga karena di HW kita dibina mental, fisiknya, ilmu, teknologi, pribadi muslim sebenar-benarnyanya, dan menjadi kader persyarikatan umat dan bangsa.

Maka, lanjutnya, dalam diri kader HW, kita bisa belajar 10 poin dalam Undang-Undang Pandu HW yang menjadi acuan sikap dan perilaku kader HW.

“Dapat dipercaya, setia dan teguh hati, siap menolong dan wajib berjasa, cinta perdamaian dan persaudaraan, sopan santun dan perwira, menyayangi semua makhluk, siap menjalankan perintah dengan Ikhlas, sabar dan bermuka manis, hemat dan cermat, serta suci dalam hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan,” jelasnya.

Menjadi kader HW adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi setiap anggota yang menjunjung tinggi nilai-nilai kepanduan, keislaman, dan kebangsaan. Hizbul Wathan bukan sekadar gerakan kepanduan, tetapi juga wadah pembinaan karakter yang menanamkan semangat disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air berdasarkan ajaran Islam.

“Sebagai organisasi kepanduan yang lahir dari rahim Muhammadiyah, HW telah terbukti melahirkan banyak kader tangguh yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara. Kader HW dibekali dengan nilai-nilai keikhlasan, kemandirian, dan kepemimpinan, sehingga mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kebanggaan menjadi kader HW muncul dari prinsip dasar gerakan ini, yaitu membentuk manusia beriman, berilmu, dan beramal. Melalui berbagai kegiatan seperti perkemahan, bakti sosial, pelatihan kepemimpinan, serta pendidikan karakter, kader HW belajar untuk hidup mandiri, bekerja sama, dan menolong sesama tanpa pamrih.

Selain itu, HW harus memiliki sikap yang baik. “Selain itu harus memiliki etos kerja, mampu menginspirasi, menjadi contoh yang baik bagi teman yang lain, mampu mempengaruhi orang lain dalam hal kebaikan. Di sini artinya adalah cara berkomunikasi yang baik, dan pemimpin harus meninggalkan dampak yang bagus,” tekannya. (*)

Penulis Ichwan Arif.