Liputan

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, Spemdalas Gelar Konsultasi Hasil Belajar Siswa

8
×

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, Spemdalas Gelar Konsultasi Hasil Belajar Siswa

Sebarkan artikel ini
Konsultasi Belajar

Konsultasi Belajar Siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Sabtu (31/10/2026)

Selawe.com – Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua serta memantau perkembangan akademik peserta didik, SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Belajar Siswa, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan seluruh Penanggung Jawab (PIC) dari jajaran Wali Kelas 7, 8, dan 9 ini dirancang khusus untuk menyampaikan evaluasi dan laporan hasil belajar secara transparan langsung kepada para orang tua/wali siswa.

Berbeda dari pertemuan massal pada umumnya, Spemdalas menerapkan sistem pelayanan personal secara 1-on-1 (satu lawan satu) antara wali kelas dan orang tua. Hal ini bertujuan agar diskusi mengenai capaian akademik, potensi, kedisiplinan, serta evaluasi belajar siswa dapat dibahas secara lebih mendalam, privat, dan komprehensif.

Sistem Sesi Terstruktur demi Kenyamanan Bersama

Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kenyamanan, panitia memberlakukan sistem pembagian waktu berdasarkan nomor absen peserta didik yang dibagi ke dalam beberapa sesi di setiap rombongan belajar (rombel):

* Sesi I (Absen 01 – 10): 07.30 – 08.30 WIB

* Sesi II (Absen 11 – 20): 08.30 – 09.30 WIB

* Sesi III (Absen 21 – 30): 09.30 – 10.30 WIB

* Sesi IV (Absen 31 dan seterusnya): 10.30 – 11.30 WIB

Penerapan jadwal bergilir per 10 siswa ini terbukti efektif menjaga ketertiban. Para orang tua dapat hadir secara bergiliran tanpa harus mengantre terlalu lama.

Efektivitas dan Dinamika di Lapangan

Sistem konsultasi 1-on-1 ini disambut positif oleh para wali kelas karena dinilai menciptakan ruang diskusi yang lebih kondusif.

Wali Kelas 7, Khotimatul Khusnah, S.Pd., menuturkan bahwa skema ini membuat wali kelas bisa lebih fokus berdiskusi tanpa khawatir orang tua menunggu terlalu lama.

Nada serupa disampaikan oleh salah satu Wali Kelas 8, Ilmiah Infaha, S.Pd.I. Menurutnya, sistem rombel bergilir membuat konsultasi berlangsung terarah. “Wali kelas memiliki kesempatan lebih banyak untuk menyampaikan detail perkembangan belajar, sementara orang tua juga lebih leluasa memberikan masukan terkait putra-putrinya,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan di lapangan tetap memiliki dinamika tersendiri. Salah satu Wali Kelas 9, Eka Ayu Pradisca, M.Pd.I., mencermati bahwa tingkat efektivitas skema ini juga bergantung pada kesibukan orang tua di akhir pekan. Beberapa orang tua terpaksa datang di luar jam sesi karena ada agenda lain.

“Namun jika tidak dijadwalkan secara terstruktur seperti ini, suasana justru bisa jauh lebih padat dan memakan waktu lebih lama,” jelas Ayu.

Mengarungi Tantangan Komunikasi dan Persepsi

Menghadapi pertemuan 1-on-1 dengan orang tua membawa tantangan tersendiri bagi para pendidik. Khotimatul Khusnah, S.Pd. menekankan pentingnya menyampaikan kondisi siswa—baik akademik maupun non-akademik—secara objektif namun tetap menggunakan bahasa yang positif dan membangun.

Ilmiah Infaha, S.Pd.I., menambahkan bahwa fokus diskusi tidak boleh berhenti pada angka dan nilai semata, melainkan juga menyentuh sikap, disiplin, dan tanggung jawab. “Tantangannya adalah menyampaikan kekurangan anak dengan bahasa yang santun agar orang tua tidak merasa dihakimi, melainkan termotivasi untuk bekerja sama. Selain itu, tak jarang orang tua sangat antusias menceritakan kondisi anaknya di rumah secara panjang lebar hingga wali kelas harus pandai-pandai mengelola waktu,” kenangnya sembari tersenyum.

Di sisi lain, Eka Ayu Pradisca, M.Pd.I., menyoroti tantangan berupa perbedaan karakter siswa saat di sekolah dan di rumah. Tak jarang orang tua terkejut atau ragu saat mengetahui capaian anaknya di sekolah berbeda dengan kesehariannya di rumah.

“Ada yang merasa bahagia karena anaknya lebih mandiri di sekolah, namun ada pula yang merasa belum sesuai harapan,” katanya.

Harapan Besar untuk Sinergi Pendidikan

Koordinator Mata Pelajaran Ismubaqu Spemdalas, Novi Nazilatur Rohma, M.Pd., menyampaikan harapannya agar momen ini menjadi sarana bagi orang tua untuk hadir langsung melihat suasana kelas dan mengapresiasi perjuangan anak-anak mereka.

“Kami berharap orang tua dapat menerima hasil belajar anak dengan lapang dada, sekaligus terbuka menyampaikan kendala yang dialami anak saat belajar di rumah. Dengan begitu, tercipta sinergi yang kokoh antara murid, guru, dan orang tua,” tuturnya. (*)

Penulis Granita Nilam. Editor Ichwan Arif.