
Selawe.com – LLSMS menjadi motivasi sekolah berkarakter lingkungan sehat disampaikan Kepala SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Yugo Triawanto, M.Si., saat kedatangan juri di sekolah, Selasa (29/7/2025).
Dihadapan juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS), dia mengatakan bahwa kehadiran lomba yang dibawahi Majelis Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini adalah mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk selalu mengedepankan karakter cinta lingkungan sehat.
“Kalau bisa, LLSMS itu tidak setahun sekali, kami senang kalau diadakan tiap bulan, triwulan, atau 1 semester sekali, biar sekolah Muhammadiyah itu berkarakter sehat,” katanya.
Dia memaparkan, lingkungan bersih dan sehat bukan karena adanya LLSMS semata, tetapi sehat dan lingkungan bersih itu menjadi budaya bagi sekolah, mulai dari guru dan siswanya.
“Maka, dengan adanya LLSMS ini, Spemdalas sangat respek dan senang sehingga setelah penilaian nanti, kami diberi masukan, kritikan secara tertulis sehingga bisa diteruskan ke majelis kami guna perbaikan ke depannya,” jelasnya.
Ketika ada masukan, lanjutnya, kami ingin di LLSMS selanjutnya, Spemdalas bisa lebih bisa memenuhi standar yang diinginkan oleh juri.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu juri Mohammad Nurfatoni menyampaikan kehadiran di sekolah-sekolah Muhammadiyah selain melakukan penilaian, kami juga bersilatutahim.
“Kehadiran kami di sekolah, bukan semata-mata melakukan penilaian, tetapi kami melakukan silaturahim. Bahkan di akhir penjurian nanti kami akan ke berkunjung ke sekolah yang ada di Bawean. Itu kan tidak bisa 1 hari,” ungkapnya.
Selama di Spemdalas, juri LLSMS selain berdiskusi dengan manajerial di Excellent Room, mereka juga melakukan kunjungan ke kantin, kelas, toilet, perpustakaan, ruang kesiswaan, ruang konseling, ruang kepala sekolah, ruang SPMB, CAC Room, sampai minimarket (MEK).

Kedua juri memberikan banyak masukan terkait temuan saat visit, terutama penambahan penghijauan di area sekolah maupun pemanfaatan pot bunga di ruang-ruang atau tempat kosong di sepanjang halaman sekolah.
“Bagus kalau ada pot bunga yang ditempatkan di area halaman sekolah, biar sedikit teduh,” kata juri LLSMS Tatik Erawati. (*)
Penulis Ichwan Arif.












