Liputan

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien ala IV Dolphin Raih Cosplay Pahlawan Terbaik

111
×

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien ala IV Dolphin Raih Cosplay Pahlawan Terbaik

Sebarkan artikel ini

Selawe.com – Kelas IV Dolphin berhasil meraih predikat Cosplay Pahlawan Terbaik pada peringatan Hari Pahlawan yang terlaksana pada Jumat (7/10/2025) di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School).

Berperan sebagai Teuku Umar dan Cut Nyak Dien, para siswa IV Dolphin kompak memakai kostum do-it-yourself yang dirancang dan dibuat oleh wali siswa. Kostum dominasi hitam dan emas itu berhasil menyabet cosplay terbaik di level kelas IV yang diumumkan pada Senin (10/11/2025) dalam momen upacara hari pahlawan.

Menurut Retno Ari Susilo, S.Pd., wali kelas IV Dolphin, kemenangan ini menjadi bukti kekompakan wali murid yang secara mandiri dan kreatif membuat seluruh kostum pahlawan.

“Sejak awal, para orang tua menunjukkan antusiasme yang tinggi,” terangnya.

Para siswa dan siswi tampil kompak dengan busana nuansa hitam dan emas. Siswa mengenakan kemeja hitam polos dengan aksen emas, bawahan berbalut kain merah, dan topi khas Teuku Umar lengkap dengan membawa rencong. Sementara siswi memakai baju hitam polos, selempang putih, memakai konde khas Cut Nyak Dien, lengkap dengan bawahan berbalut kain merah senada dengan para siswa.

Zainia Manzil, wali siswa M. Nizzam Muazzam menuturkan, semangat wali siswa tumbuh karena sebelumnya anak-anak dan wali kelasnya berhasil meraih juara lomba literasi kelas sehingga wali siswa ingin menunjukkan semangat yang sama.

“Kami memang semangat banget, soalnya sebelumnya kelas kami juga menang lomba literasi kelas. Jadi pas tahu ada tugas bikin kostum, kami langsung gerak bareng,” ujarnya, yang juga aktif terlibat dalam pembuatan kostum.

Eksekusi Wali Murid

Ibu yang akrab disapa Nia ini menjelaskan, diskusi mereka mulai sejak 22 Oktober 2025, lalu para wali murid membagi tugas dan langsung mengeksekusi.

“Kain merah dan putih disumbangkan oleh Mama Anugrah, kemudian diobras oleh Mama Veve. Sabuk dibuat dari kain flanel dan pita yang dijahit rapi oleh Mama Tanisha. Aksesori bros dan anting berasal dari kertas-kertas sisa di rumah yang dibuat oleh Mama Ghaitsa,” paparnya.

Sementara itu, sambungnya, topi dan rencong dirancang menggunakan kardus dan kantong kresek bekas di rumah Mama Riffat, dikerjakan bersama dalam kelompok.

“Seluruh ide desain merupakan karya Mama Dastan, yang menjadi perancang utama kostum pahlawan tersebut,” terangnya.

Mama Nizzam juga menjelaskan bagaimana proses kolaborasi berjalan.

“Waktu diskusi pertama, kami langsung bagi jobdesk. Ada yang nyiapin kain, ada yang ngejahit, ada yang cari bahan bekas,” tuturnya.

Ia melanjutkan, “Banyak bahannya itu dari rumah masing-masing. Ada kain merah-putih, kertas sisa, kardus bekas—semua dimanfaatkan. Kami hanya membeli flanel dan pita saja dibuat untuk ikat pinggangnya itu sama bahan-bahan untuk merekatkan seperti lem, double tipe.”

Kerja sama erat para wali murid inilah yang akhirnya menghasilkan kostum pahlawan unik, rapi, dan penuh detail, hingga akhirnya terpilih sebagai Cosplay Terbaik pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

Siswa Kagum

Hayfa Dastan, salah satu siswa IV Dolphin mengungkapkan rasa kagum ketika kostum pahlawannya sudah jadi.

“Aku baru tau pas hari Jumat pagi, mau berangkat sekolah baru tau kostumnya pas mau dipake, emang sebelumnya ndak dikasih lihat, jadi surprise, kaget, bagus banget,” terangnya bersemangat.

Anak yang akrab disapa Dastan ini merasa yakin cosplay kelasnya akan menang.

“Pas di sekolah, lihat kostum kelas kita kompak banget, yakin kita bakal menang,” paparnya.

Ternyata keyakinan Dastan membuahkan hasil, kelasnya dinobatkan sebagai cosplay terbaik level kelas IV.

“Seneng banget kelas kita menang, dapat hadiah, kita bagi bareng-bareng, semoga kompak terus,” pungkas anak yang hobi sepak bola ini.

Selain IV Dolphin, kelas yang lain juga mendapat apresiasi cosplay terbaik di tiap jenjang kelas. Yaitu kelas I Bougenville, II Dahlia, III Arab Saudi, V Cut Nyak Dien, dan VI Electone. (#)

Penulis Mar’atus Sholichah Editor Sayyidah Nuriyah