Liputan

Teguhkan Niat, Perkuat Semangat di Tausiyah Tarhib Ramadan Spemdalas

10
×

Teguhkan Niat, Perkuat Semangat di Tausiyah Tarhib Ramadan Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Tarhib Ramadan Spemdalas
Teguhkan Niat, Perkuat Semangat: Tausiyah Tarhib Ramadan 1447 H di Spemdalas

Selawe.com – Suasana khidmat menyelimuti aula SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (13/2/2026).  Seluruh siswa dan guru berkumpul di lapangan untuk mengikuti Tausiyah Tarhib Ramadan 1447 H. Mengusung tema Teguhkan Niat dan Perkuat Semangat Menyambut Ramadan 1447 H.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah muda dan juga imam salat rawatib masjid Faqih Oesman, Abdussalaam Khadafi.

Dalam ceramahnya, dia mengenakan sarung hitam, jas hitam, dan kopyah hitam, penampilannya tampak elegan sekaligus sederhana.

Acara dimoderatori oleh M. El syirazi. A dari 7C. Dalam tausiyahnya, Khadafi mengajak seluruh keluarga besar Spemdalas untuk tidak sekadar menyambut Ramadan secara seremonial, tetapi dengan kesiapan hati dan niat yang sungguh-sungguh.

“Ramadan adalah tamu agung. Kita perlu menyiapkan hati, bukan hanya kalender,” tuturnya membuka ceramah.

Dia menyampaikan beberapa keutamaan bulan Ramadan yang patut disyukuri dan dimaksimalkan. Pertama, dibukanya pintu-pintu surga, salah satunya melalui ibadah puasa yang dijanjikan pahala istimewa oleh Allah SWT.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan kesabaran dan keikhlasan,” jelasnya.

Keutamaan kedua adalah pahala berlipat ganda bagi siapa pun yang membaca Al-Qur’an. Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an, sehingga membaca dan mentadabburinya menjadi amalan utama yang tidak boleh dilewatkan. Khadafi mendorong siswa untuk mulai membiasakan tilawah sejak sebelum Ramadan tiba.

Keutamaan ketiga yang disampaikan adalah hadirnya Malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

 

“Bayangkan, satu malam setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah. Jangan sampai kita melewatkannya,” pesannya, mengingatkan siswa agar meningkatkan kualitas ibadah terutama di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Azrul Achmad Fahreza memberanikan diri untuk bertanya, “Saya Reza dari 7 Discipline ustadz,” ucapnya. “Apa sebaiknya takjil yang kita makan saat berbuka?” tanyanya.

Khadafi menjelaskan berbuka dengan buah dan makanan manis untuk menjawab pertanyaan Reza. Akhirnya Reza menadapatkan hadiah chocholatos 1 box.

Sepanjang tausiyah, suasana aula terasa hangat. Sesekali siswa tersenyum ketika Khadafi menyelipkan kisah inspiratif dan analogi ringan yang dekat dengan kehidupan remaja. Pesan beliau sederhana namun mengena: Ramadan adalah momentum perubahan diri. (*)

Penulis M Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.