Liputan

Keteladanan Semut dan Lebah Dibahas di Kajian Spemdalas

24
×

Keteladanan Semut dan Lebah Dibahas di Kajian Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Kajian Spemdalas
Seluruh guru dan karyawan Spemdalas mengikuti Kajian Pagi di Cooding And AI Center (CAC), Senin (6/7/2026).

Selawe.com – Mengawali kegiatan pagi hari dengan hal positif untuk menambah semangat sebelum menyambut peserta didik tahun ajaran baru. Seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti Kajian Pagi di Cooding And AI Center (CAC), Senin (6/7/2026).

Aktivitas rutinan ini dumulai dengan membaca doa pagi bersama agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Dilanjutkan dengan murajaah bersama yang bertepatan jadwal hari ini dipandu Fihalisa Mughi Tri Alya, S.Hum. membaca surah Al Muthaffifin.

Setelah murajaah bersama, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Jamilah, S.Si., M.Pd. dalam kajiannya membahas hal-hal yang tidak juah dari biologi dan juga berhubungan dengan Al-Qur’an.

“Yaitu terkiat hewan semut dan hewan lebah. Kedua hewan tersebut tentunya sudah tidak asing bagi kita semua, di mana keduanya juga tercamtun di dalam Al-Qura’an dan memiliki keteladanan,” katanya di awal kajian.

Dia menuturkan, hewan semut pasti kita semua langsung teringat dengan kisah Nabi Sulaiman, dimana beliau diberikan Mu’jizat oleh Allah SWT yaitu dapat berkomunikasi dengan hewan semut, tercatat juga di dalam Al-Quran bahwa hewan semut ini bukan yang memakan gula dan menggerombol memakan gula.

“Contoh yang dapat kita ambil dari hewan semut ini adalah hewan ini memiliki jiwa sosial yang tinggi, selalu menyapa antar semut satu dengan semut yang lainnya, saling berinteraksi dan semut juga hewan yag suka bekerja sama serta sangat patuh terhadap perintah ratu semut. Semoga dengan kita nemeladani kisah semut tersebut juga memberikan keteladanan bagi kita untuk bersosialisasi, saling bekerja sama satu dengan lainny,” ujarnya

Selian hewan semut sebagai keteladanan, lanjutnya, kita juga disampaikan hewan lebah, tidak kalah menarik tentunya.

”Hewan lebah juga tercantum di dalam Al-Qur’an yaitu pada Surah An Nahl, Pada ayat 68 dan 69 yang artinya: Dan, Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah,” Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnnaya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Nah, terangnya, dari ayat tersebut dapat kita petik hikmahnya bahwa kita sebagai manusia juga harus bisa menginput atau memasukkan hal-hal yang baik di dalam diri kita serta mengeluarkan atau berpendapat, ucapan atau perilaku yang mencerminkan kebaikan pula.

“Semoga bermanfaat dari cerita kedua hewan tersebut dan kita manjadi muslim muslimah yang baik,” tandasnyanya. (*)

Penulis Lely Badriyah. Editor Ichwan Arif.