Dua guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Jatim Historical Leadership Program untuk mendokumentasikan jejak perjuangan tokoh-tokoh Muhammadiyah dari akar rumput.
Selawe.com – Suasana pagi yang cerah mengiringi langkah Mar’atus Sholichah, S.Pd., dan Sayyidah Nuriyah, S.Psi., saat meninggalkan SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik menuju Surabaya, Sabtu (4/7/2026). Walaupun sekolah sedang menikmati libur semester genap, keduanya tetap bersemangat mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas di bidang sejarah.
Mereka menjadi bagian dari peserta Sang Maestro: Jatim Historical Leadership Program, sebuah program yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Sebanyak 45 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di aula lantai 2 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Tower Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Program berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026. Selama pelaksanaan, peserta difasilitasi menginap di ruang kelas Smamda Surabaya, Jalan Pucang Anom Nomor 91, Kecamatan Gubeng. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pembekalan daring pada Senin (29/6/2026) mengenai teknik penulisan sejarah serta metode wawancara, sehingga seluruh peserta datang dengan persiapan yang matang.
Bekal Sebelum Terjun ke Lapangan
Sebelum melakukan observasi lapangan, peserta diwajibkan menyiapkan sejumlah instrumen penelitian. Instrumen pertama berupa panduan kunjungan yang memuat sepuluh pertanyaan wawancara bagi narasumber di Rumah H.O.S. Cokroaminoto beserta lima fokus observasi.
Selain itu, peserta juga melakukan penelusuran data awal melalui observasi, wawancara pendahuluan, serta studi pustaka dan sumber digital mengenai tokoh yang akan ditulis. Mereka pun menyusun kerangka awal biografi tokoh Muhammadiyah daerah yang berisi identitas, alasan pemilihan tokoh, dugaan kontribusi, serta sumber-sumber data awal yang akan dikembangkan menjadi tulisan sejarah.
Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digital (MPID) PWM Jawa Timur, Dr. H. Aribowo, M.S., mengapresiasi besarnya minat generasi muda terhadap penulisan sejarah Muhammadiyah.
Menurutnya, sejarah tersusun dari berbagai peristiwa kecil yang saling melengkapi. Ia mengibaratkan proses penyusunan sejarah seperti merangkai kepingan jigsaw puzzle, di mana setiap potongan informasi memiliki arti penting untuk membentuk gambaran besar perjalanan organisasi.

Menjaga Warisan dari Akar Rumput
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Jawa Timur, Dr. Phil. Mohammad Rokib, M.A. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos seleksi. Dari sekitar 80 pendaftar, hanya 45 orang yang terpilih mengikuti program tersebut.
Rokib menuturkan bahwa pengalaman akademiknya di National University of Singapore (NUS) menunjukkan pentingnya mendokumentasikan kiprah tokoh-tokoh lokal yang sering luput dari perhatian. Menurutnya, sejarah tidak hanya dibangun oleh sosok besar, tetapi juga oleh individu-individu yang memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, kisah perjuangan warga persyarikatan di tingkat daerah, cabang, hingga ranting perlu dicatat dan diwariskan. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi sumber pengetahuan yang tetap bernilai, bahkan puluhan hingga ratusan tahun mendatang. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah













