
Teacher’s Workshop bertema Designing Effective Learning Media Based on Coding and Artificial Intelligence yang diselenggarakan di ruang Coding & AI Centre (CAC 1) Spemdalas, Rabu (24/6/2026).
Selawe.com – Semangat meningkatkan kualitas pembelajaran terus ditunjukkan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.
Sebayak 58 guru mengikuti Teacher’s Workshop bertema Designing Effective Learning Media Based on Coding and Artificial Intelligence yang diselenggarakan di ruang Coding & AI Centre (CAC 1), Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Forum Guru Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. Isa Iskandar, S.Si., M.Pd., sebagai narasumber utama.
Para peserta yang berasal dari berbagai mata pelajaran dibagi ke dalam 11 kelompok. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan tentang konsep dasar coding dan kecerdasan buatan (AI), tetapi juga berlatih mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Workshop ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hasilnya harus berdampak pada pembelajaran di kelas. Jadikan AI sebagai sarana untuk memberikan pengayaan materi kepada siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan bermakna,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa coding dan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat yang membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kaya tanpa mengurangi esensi materi yang diajarkan.
Dalam sesi pemaparan materi, Isa Iskandar mengapresiasi langkah Spemdalas yang dinilainya konsisten menjadi pelopor dalam pengembangan pembelajaran berbasis deep learning, coding, dan kecerdasan buatan.
“Sekolah unggul adalah sekolah yang tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi. Bahkan ketika masa liburan tiba, para pendidiknya tetap berupaya meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.
Menurut Isa, coding sejatinya bukan sekadar kemampuan membuat program komputer. Lebih dari itu, coding merupakan cara berpikir yang membantu seseorang memecahkan persoalan secara logis, sistematis, terstruktur, dan efektif.

Teacher’s Workshop bertema Designing Effective Learning Media Based on Coding and Artificial Intelligence yang diselenggarakan di ruang Coding & AI Centre (CAC 1) Spemdalas, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan empat hakikat coding dalam perspektif filsafat pendidikan. Pertama, coding membantu manusia memahami dunia melalui kebiasaan bertanya dan mencari hubungan sebab-akibat.
Kedua, coding melatih rasionalitas karena setiap langkah harus logis dan dapat dijelaskan. Ketiga, coding sejalan dengan teori konstruktivisme yang menempatkan peserta didik sebagai pembangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman.
Keempat, coding mendorong kemampuan metakognitif, yaitu kemampuan merefleksikan proses berpikir saat menyusun solusi terhadap suatu masalah.
Selepas sesi teori dan coffee break, peserta diajak mempraktikkan pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi Scratch. Pada sesi ini, Muhammad Syafiq Saviola Prihadi, S.Pd., ikut membantu mendampingi para guru menginstal dan mengoperasikan aplikasi tersebut.
Dengan pendekatan drag and drop, para guru belajar membuat permainan edukatif, kuis interaktif, hingga simulasi pembelajaran sederhana yang dapat diterapkan sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.
Suasana workshop semakin hidup ketika para peserta mulai mengembangkan ide-ide kreatifnya. Beragam rancangan media pembelajaran lahir dari diskusi kelompok yang penuh antusiasme.
Guru Matematika, Endang Suprapti, S.Pd., mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Workshop ini sangat bermanfaat. Saya memperoleh ide untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa semakin aktif dan bersemangat belajar. Saya ingin mengembangkan media berbasis Scratch untuk materi bangun geometri,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Eldyan Ayu Puspita Sari, S.Pd. Menurutnya, workshop ini membuka peluang bagi guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Kegiatan ini membantu kami mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Selain menambah keterampilan, hasilnya juga bisa langsung diterapkan di kelas. Saya berharap dapat mengikuti pelatihan lanjutan agar kemampuan ini semakin berkembang,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta. Siti Uswatul Jannah, S.Pd., meraih predikat peserta terdisiplin. Eldyan Ayu Puspita Sari, S.Pd., dinobatkan sebagai peserta teraktif putri, sedangkan Andy Satrya Lesmana, S.S., menjadi peserta teraktif putra. Penghargaan media pembelajaran paling inovatif diraih oleh Halimah, S.Pd., sementara Mochammad Nor Qomari, S.Si., mendapatkan apresiasi sebagai penanya paling inspiratif.
Menutup kegiatan, Koordinator Rumpun Mata Pelajaran, Novi Nazilatur Rohma, M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah akan memberikan apresiasi lanjutan kepada guru yang berhasil mengembangkan media pembelajaran berbasis coding dan AI selama masa liburan. (*)
Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.












