Liputan

Bentengi Murid Baru dari Bahaya Narkoba, Spemdalas Hadirkan BNNK Gresik

15
×

Bentengi Murid Baru dari Bahaya Narkoba, Spemdalas Hadirkan BNNK Gresik

Sebarkan artikel ini
Fortasi Spemdalas
Astutik melakukan dialog dengan murid

Selawe.com – Komitmen membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas narkoba terus ditunjukkan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.

Pada hari kedua Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi), Selasa (14/7/2026), sekolah menghadirkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik untuk memberikan edukasi kepada seluruh murid baru tentang bahaya narkoba dan zat adiktif.

Penyuluh Ahli Pertama BNNK Gresik, Astutik, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Mengusung materi bertajuk “Vapor Bukan Gaya, tapi Bahaya”, ia mengajak peserta Fortasi memahami berbagai ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.

Menurut Astutik, masa transisi menuju jenjang SMP merupakan waktu yang tepat untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan menjaga diri. Pada fase ini, murid mulai mengenal lingkungan baru, membangun pertemanan yang lebih luas, dan menghadapi berbagai pengaruh dari sekitarnya.

“Kami ingin siswa memiliki bekal sejak dini agar mampu mengatakan tidak terhadap narkoba dan berbagai perilaku berisiko lainnya,” ujarnya.

Dalam paparannya, Astutik menjelaskan empat tugas utama Badan Narkotika Nasional (BNN). Pertama, melakukan pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan ketahanan diri remaja dan keluarga. Kedua, memberdayakan masyarakat melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), lingkungan kerja, sekolah, dan komunitas yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tugas ketiga adalah menyediakan layanan rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba agar dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif. Sementara tugas keempat adalah melakukan penyelidikan, penangkapan, dan pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BNN di Fortasi Spemdalas
Alvaro Nakhala Torta dan Emir Althaff Yusron kelas VII Ibnu Sina mendapatkan reward sebagai peserta teraktif

Astutik juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius penyalahgunaan narkoba. Peredarannya tidak lagi terbatas pada kota-kota besar, tetapi telah menjangkau berbagai daerah dan menyasar berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Sebagai contoh, ia memaparkan keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika internasional di Gresik pada 2 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid yang disamarkan sebagai barang impor. Kasus ini menjadi bukti bahwa peredaran narkoba terus berkembang dengan berbagai modus sehingga masyarakat harus semakin waspada.

Di akhir sesi, Astutik membagikan tujuh langkah sederhana agar generasi muda terhindar dari narkoba, yaitu meningkatkan iman dan takwa, membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, berani menolak ajakan menggunakan narkoba, membiasakan pola hidup sehat, memilih teman yang membawa pengaruh positif, aktif mengikuti kegiatan yang bermanfaat, serta tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para peserta Fortasi tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber.

Ketua Pelaksana Fortasi, Madinah Ammara Nahiza Oemar dari kelas IX Fez, mengaku senang melihat semangat adik-adik kelasnya.

“Alhamdulillah peserta Fortasi sangat antusias mengikuti materi. Banyak yang aktif bertanya kepada pemateri. Setiap pertanyaan juga mendapat sticker reward yang nantinya dikumpulkan sebagai bentuk apresiasi selama Fortasi berlangsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si., menegaskan bahwa menghadirkan BNNK Gresik merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik.

“Di tengah maraknya penyalahgunaan narkoba, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengawal murid agar mampu menjaga diri. Spemdalas berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter Islami,” ujarnya.

Yugo berharap materi yang diberikan BNNK Gresik menjadi bekal berharga bagi murid baru dalam menjalani kehidupan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Pencegahan selalu lebih baik daripada penyesalan,” pungkasnya. (*)

Penulis M. Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.