Liputan

Bersiap Menyambut Siswa, Guru Mugeb Ikuti Pelatihan Service Excellent

17
×

Bersiap Menyambut Siswa, Guru Mugeb Ikuti Pelatihan Service Excellent

Sebarkan artikel ini

Selawe.com – Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru didorong untuk terus mengembangkan diri. Untuk memperkuat kapasitas tersebut, para guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) mengikuti pelatihan personal branding dan service excellent di Averoes Hall, Jumat (9/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Rizqiani Putri, S.Sos., M.Med.Kom., seorang pakar komunikasi dari Sinergi Bicara, sebagai pemateri utama. Pelatihan ini bertujuan untuk menyelaraskan citra diri guru dengan nilai-nilai serta visi dan misi besar yang diusung oleh Mugeb Primary School sebagai bagian dari institusi Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Putri menekankan pentingnya personal branding bagi seorang pendidik. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar, melainkan sosok yang berkarya dan mengabdi secara berkelanjutan sejak sekolah berdiri.

“Melekatnya nama Muhammadiyah sebagai induk organisasi membawa nilai, visi, dan misi yang harus diperjuangkan bersama agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat selaku target market kita,” ujar Putri.

Selain branding, sesi pelatihan juga difokuskan pada service excellent atau pelayanan prima. Putri menjelaskan, pelayanan prima adalah seni menghadirkan nilai kepada orang lain melalui komunikasi efektif. Ia menegaskan, pelayanan tidak harus selalu sama rata, melainkan harus disesuaikan dengan ekspektasi pelanggan melalui pengendalian energi dan special treatment bagi mereka yang memiliki ekspektasi tinggi.

 Service Excellent

Putri kemudian memaparkan enam pilar utama dalam service excellent, yakni:

1. Cara: Pelayanan harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola yang jelas.

2. Hasil: Setiap pelayanan harus memiliki tujuan akhir yang terukur.

3. Usaha: Dibutuhkan upaya maksimal (maximal effort) untuk mencapai hasil yang diinginkan.

4. Orientasi orang lain: Berfokus pada kebutuhan pelanggan (customer oriented).

5. Imbalan: Pengakuan atas hak penyedia jasa untuk menerima imbal hasil.

6. Kemudahan: Mengupayakan agar pihak yang dilayani merasa dimudahkan dalam segala urusan.

Lebih lanjut, ia menuturkan, fondasi utama pelayanan prima adalah komunikasi yang tidak hanya sekadar bicara atau menulis, tetapi tentang memahami. Komunikasi yang efektif harus memenuhi tiga unsur: komunikasi dua arah (mutual conversation), pemahaman dua arah (mutual understanding), dan terjaganya hubungan baik (good relationship).

“Setiap orang adalah pelanggan bagi orang lain. Oleh karena itu, melayani dengan hati dan berkomunikasi dengan empati adalah kunci,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menerapkan budaya 7S dalam berinteraksi: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sigap, dan Solutif. Dengan memberikan layanan berkualitas tinggi yang secara konsisten melebihi harapan pelanggan, diharapkan SD Mugeb PS dapat terus memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. (*)

Penulis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Editor Sayyidah Nuriyah