Liputan

Awali Tahun Ajaran, Spemdalas Menjelaskan SOP Keputrian

12
×

Awali Tahun Ajaran, Spemdalas Menjelaskan SOP Keputrian

Sebarkan artikel ini
Keputrian Spemdalas
Sosialisasi SOP Keputrian kepada siswi kelas VII dan VII di Andalusia Hall

Selawe.com – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengawali Tahun Ajaran 2027/2027 diawali dengan kegiatan Keputrian setiap Jumat.

Pada kegiatan kali ini materi yang disampaikan kepada murid Kelas VII dan Kelas VIII meliputi ”SOP Keputrian” yang dilaksanakan di Andalusia Hall, Jumat (17/07/2026).

Tepat menunjukkan pukul 11.00 WIB semua murid putri bergegas ke Andalusia Hall dengan tertib mengikuti Keputrian. Murid laki-laki melaksanakan salat Jum’at di Masjid Taqwa Spemdalas. Sebelum dimulai pemaparan materi dibuka dengan murajaah bersama yaitu membaca surah Al Kahfi.

Setelah murajaah bersama pemandu di depan yaitu Nur Izzatus Soffiah, S.Pd. menyampaikan materi kepada seluruh siswi kelas VII dan VIII.

”Setiap ibadah yang kita lakukan juga harus dengan disiplin, sama seperti kegiatan keputrian juga dengan diisplin. Anak anak sikap diisplin juga terdapat di dalam surah Al- ’Asr ayat 1 sampai 3 yang artinya: ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang berimandan mengerjakan amal saleh serta nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

Maka, jelasnya, dengan disiplin dalam menjalankan ibadah kita juga mengajarkan diri kita untuk tertib. Untuk kedepannya juga sama pukul 11.00 WIB pengondisian siswi dan murajaah bersama setelah itu materi dan tanya jawab, dan terakhir persiapan salat dhuhur berjamaah.

”Ready to Keputrian anak-anakku semua sudah dalam kondisi wudhu yaaa, dengan tertib serta membawa Alat salat, Al Qur’an, dan Alat tulis. Nah ketika ada materi yang penting dapat kalian tulis dan catat agar tidak lupa,” katanya.

Dia memaparkan, etika berbusana juga saya sampaikan yaitu, busana muslim gamis/setelah bukan sweater atau kaos, jilbab menutup dada, memakai ciput, dan peniti, atasan tunik/menutup area belakang, rok longgar bukan span dan tidak nerawang, dan tidak berlebihan dalam berpakaian

“Nah, semoga dengan adanya etika dalam berbusana ini juga menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim yang terpelajar dan yang baik,” ujarnya.

Selanjutnya, terangnya, adalah etika saat mengikuti keputrian, menaruh sandal di rak sepatu untuk menjaga kerapian, menempati shaf dengan tertib, menyimak materi dengan baik dan mencatat isi materi, selau tertib dan tidka mengobrol sendiri, melaksanakan salat sunnah qobliyah dan ba’diyah dzhuhur, serta meninggalkan tempat dalam keadaan bersih.

“Baik anak-anak semoga kita dapat istikomah terus melaksanakannya yaa,” tambahnya. (*)

Penulis Lely Badriyah. Editor Ichwan Arif.