
Selawe.com – Langkah penuh semangat terdengar menggema dari halaman SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (7/8/2026). Satu per satu delegasi yang akan berlaga pada Muhammadiyah Education (ME) Award 2026 berjalan menuju bus sambil membawa tas dan koper berisi perlengkapan kompetisi. Wajah-wajah optimistis terpancar, menandai awal perjuangan mereka membawa nama baik sekolah di ajang bergengsi tingkat Jawa Timur.
Sebelum keberangkatan, seluruh delegasi mengikuti seremoni pelepasan di Andalusia Hall yang dipimpin Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa prestasi sejati selalu diawali dengan niat yang benar.
“Tata niat karena Allah. Kita berlomba bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi untuk meraih prestasi sebagai bentuk ikhtiar dan ibadah,” pesannya.
Ia juga membakar semangat para peserta agar berani memasang target terbaik.
“Mari kita berdoa kepada Allah agar mampu menjadi juara pertama di bidang masing-masing. Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi agar Spemdalas bisa menjadi sekolah yang menginspirasi dan memotivasi sekolah-sekolah lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Mengenakan kemeja hitam dan celana krem, Yugo kembali mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui persiapan yang sungguh-sungguh.
“Juara lahir dari perjuangan. Gunakan waktu selama perjalanan maupun di penginapan untuk terus belajar dan memantapkan persiapan. Jangan lupa, kita juga punya kekuatan terbesar, yaitu the power of doa,” tuturnya.
Setelah doa bersama yang dipimpin Ustadz Chanif Ihsan, S.Fil., para delegasi bergegas menuju bus. Tepat pukul 13.41 WIB, rombongan resmi diberangkatkan dengan iringan doa dari guru dan warga sekolah yang mengantar.
Koordinator Bina Prestasi Spemdalas, Ayu Pradiska, M.Pd., menjelaskan bahwa tahun ini Spemdalas mengirimkan 60 delegasi untuk mengikuti berbagai cabang lomba.
Para peserta akan berlaga pada Olimpiade IPA (6 siswa), Olimpiade IPS (2 siswa), Olimpiade Matematika (5 siswa), ISMU in English (4 siswa), ISMU in Arabic (2 siswa), Robotik (4 siswa), Esai Bahasa Arab (2 siswa), dan Esai Bahasa Inggris (7 siswa).

Tak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan juga ikut berkompetisi melalui kategori Inovasi Pembelajaran (7 guru), Guru Berprestasi (3 guru), Tenaga Kependidikan Berprestasi (1 orang), serta School Web (1 orang). Selebihnya merupakan guru pendamping yang akan mendampingi para peserta selama kompetisi berlangsung.
Ayu optimistis Spemdalas mampu kembali menorehkan prestasi gemilang.
“Insyaallah kami menargetkan Spemdalas menjadi juara umum. Pembinaan telah kami mulai sejak 10 Juli 2026 melalui pendampingan intensif sesuai bidang lomba masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, optimisme tersebut tidak hanya lahir dari persiapan teknis, tetapi juga dari budaya saling menguatkan yang tumbuh di lingkungan sekolah.
“Setiap hari para peserta mendapatkan motivasi dari kepala sekolah dan seluruh guru. Dukungan itulah yang membuat mereka semakin percaya diri menghadapi kompetisi,” tambahnya. (*)
Penulis Mochammad Nor Qomari Editor Sayyidah Nuriyah












