
Selawe.com – SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik atau Mugeb Primary School meraih sembilan medali pada Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026. Raihan tersebut terdiri atas lima emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Pembukaan ME Awards 2026 digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026). Ribuan peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi.
Peserta dengan jadwal presentasi awal langsung menuju ruang lomba setelah mengikuti agenda pembukaan. Mereka harus berpindah menuju lokasi masing-masing karena ruang perlombaan tersebar di sejumlah gedung di kawasan kampus.
Pengumuman pemenang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Dome UMM. Kontingen Mugeb kemudian merayakan raihan sembilan medali dari berbagai kategori.
Pada kategori Olimpiade IPS SD/MI, Rizqi Alif Utama Suryana meraih medali emas, sedangkan Zhafira Fatma W. memperoleh perak. Medali perunggu diraih Bimo Arsenio R. dan Arrasy Zaidan H. pada kategori Robotika SD/MI.
Dua medali emas lainnya disumbangkan M. Fani Hidayatullah, M.Pd. dan Mohammad Fathoni, S.Pd. melalui kategori Inovasi Media Pembelajaran Digital SD/MI. Pada kategori Guru Berprestasi, Sayyidah Nuriyah, S.Psi. meraih medali perunggu. Sementara itu, Isamasii Romadhona, S.I.Kom. meraih emas melalui kategori pengelolaan website sekolah.
Dua medali lainnya berasal dari kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi. David Al Ghifari Abwa, S.Pd. meraih emas, sedangkan Fajar Arifian, S.Pd. memperoleh perunggu.
Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si., bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, sembilan medali yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas perolehan 5 gold, 1 silver, dan 3 bronze dalam ME Awards kali ini,” ungkap Fony.

Hasil Kerja Bersama
Fony menilai prestasi tersebut bukan hanya tentang jumlah medali, tetapi juga menunjukkan proses dan kerja keras seluruh tim.
“Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang jumlah medali, tetapi menjadi bukti dari ikhtiar, kerja keras, dan semangat seluruh tim dalam memberikan yang terbaik. Saya percaya, setiap mata lomba memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing,” tuturnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi Mugeb untuk terus meningkatkan kualitas dan berani mengembangkan inovasi baru.
“Perolehan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak cepat berpuas diri. Semoga prestasi ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk terus fokus mengembangkan diri, berkarya, dan berprestasi,” tambahnya.
Fony juga mengapresiasi dukungan guru, tenaga kependidikan, siswa, dan seluruh pihak yang mendampingi kontingen Mugeb selama mengikuti kompetisi.
“Terima kasih kepada seluruh guru, tendik, siswa, dan semua pihak yang telah mendukung. Semoga ke depan prestasi yang diraih tidak hanya semakin banyak, tetapi juga semakin memberikan manfaat dan menginspirasi,” pungkasnya.

Presentasi Menentukan Hasil
Salah satu peraih emas kategori Inovasi Media Pembelajaran Digital, M. Fani Hidayatullah, mengaku mendapat keuntungan dari jadwal presentasi yang berlangsung lebih awal.
Berdasarkan penilaian awal, Fani berada di peringkat atas sehingga mendapat kesempatan melakukan presentasi lebih awal. Saat itu, belum banyak peserta yang hadir karena sebagian masih mengikuti agenda pembukaan. Juri yang hadir juga baru satu orang.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil penilaian awal, saya berada di peringkat atas sehingga mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi di awal. Bagi saya, ini menjadi sebuah keberuntungan,” jelas Fani.
Ia baru merasakan ketegangan saat pengumuman pemenang. Temannya yang sebelumnya masuk 15 besar berdasarkan penilaian awal ternyata tidak masuk daftar peraih medali perunggu maupun perak.
Menurut Fani, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil presentasi dapat memengaruhi peringkat akhir.
“Ketika tiba saat pengumuman, saya sempat merasa deg-degan. Dari situ saya menyadari bahwa proses presentasi ternyata sangat mungkin mengubah peringkat hasil penilaian awal,” ujarnya.
Fani akhirnya meraih medali emas. Ia mengaku lega sekaligus bersyukur atas hasil tersebut.
“Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa setiap proses memiliki peluangnya masing-masing, dan tugas kita adalah memberikan ikhtiar terbaik, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah,” katanya.
Peraih emas lainnya pada kategori Inovasi Media Pembelajaran Digital, Mohammad Fathoni, mengaku sempat pesimis melihat persaingan yang ketat.
“Saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa bisa berlomba dengan guru-guru hebat Muhammadiyah. Sempat merasa pesimis karena melihat persaingan yang begitu ketat karena inovasi dari peserta lomba sangat bagus,” ungkapnya.
Namun, Toni mampu memanfaatkan waktu presentasi yang terbatas untuk menjelaskan inovasi media pembelajarannya.
“Alhamdulillah, dari waktu singkat yang diberikan oleh juri, saya bisa memaparkan inovasi media saya dengan cukup baik sehingga dapat tersampaikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Belajar dari Pengalaman Lomba
Peraih emas kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi, David Al Ghifari Abwa, mendapat pelajaran tentang pentingnya menjaga ketenangan selama mengikuti lomba.
“Pelajaran spesial dari mengikuti lomba ini yaitu harus tetap tenang dan harus benar-benar memahami posisi dan jobdesk yang dilakukan,” kata David.
Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih medali emas karena materi yang dipaparkannya tidak jauh berbeda dari ME Awards 2024. Selain itu, tanggapan juri saat sesi sharing juga tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Sementara itu, Isamasii Romadhona atau Mesi bersyukur dapat membawa website sekolah meraih medali emas.
“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa membawa website sekolah sampai dapat gold medal. Semoga website ini terus berkembang dan bisa bermanfaat untuk siswa, wali siswa, dan juga guru Mugeb Primary School,” ungkap Mesi.
Mesi mengaku sempat gugup sebelum melakukan presentasi karena sebagian besar peserta memiliki latar belakang pendidikan S.Kom.
“Saya deg-degan waktu masuk ruangan presentasi karena ternyata yang presentasi kebanyakan lulusan S.Kom. Namun, alhamdulillah saya ditenangkan oleh Pak Indra, ahli IT Mugeb,” ujarnya.
Menurut Mesi, proses pengembangan website tersebut juga tidak lepas dari bimbingan Pak Indra. Ia berharap website sekolah dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi warga Mugeb. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah












