Liputan

Ikuti Science Camp, Murid Spemdalas Bisa Belajar Sains di Alam

12
×

Ikuti Science Camp, Murid Spemdalas Bisa Belajar Sains di Alam

Sebarkan artikel ini
Science Camp
Murid Spemdalas akan mengikuti Science Camp 2026 di Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan.

Selawe.com – Suasana pagi yang cerah menyambut siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.

Mereka bersiap mengikuti Science Camp 2026 bertema Science in Nature: Explore, Learn, and Grow Together yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 23–24 September 2026, di Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan.

Sejak pukul 06.25, murid kelas IX mulai berdatangan ke Spemdalas. Mereka menuju meja registrasi yang berada di depan kelas 7 Al Fazari sebelum mengikuti rangkaian pembiasaan pagi.

Setelah registrasi, murid mengambil air wudu dan melaksanakan salat duha di Andalusia Hall dengan dipandu Koordinator Pembiasaan Kelas IX Mochammad Nor Qomari, S.Si.

Sambil menunggu seluruh peserta berkumpul, Alaric Az Zahidi Ariwibowo, murid kelas 9 Fez, memimpin murojaah Surah Al-Ma’arij dan Al-Haqqah. Tepat pukul 07.00, Daniel Barra Atha Rayhan dari kelas 9 DTCP 2 memimpin doa pagi.

Bekal Sukses Bukan Hanya Nilai

Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si., memberikan arahan dan motivasi kepada murid sebagai bekal mengikuti Science Camp.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi kesempatan untuk belajar sains di alam, tetapi juga menjadi ruang bagi murid untuk belajar mengendalikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

“Science Camp ini menjadi media belajar untuk mengendalikan diri. Kalian merasakan lingkungan yang berbeda,” ujarnya.

Yugo juga mengajak murid memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik.

Ia menceritakan pengalaman sejumlah murid berprestasi yang pernah memiliki rapor bagus dan menjadi juara kelas, tetapi setelah itu prestasinya menjadi biasa-biasa saja karena ada keterampilan lain yang belum cukup berkembang.

“Mengapa demikian? Karena banyak hal lain yang harus dipelajari, di antaranya menghormati orang lain, belajar disiplin, serta belajar bersosialisasi dengan orang lain,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan dalam kehidupan.

“Hard skill dan soft skill harus imbang sebagai bekal sukses masa depan,” paparnya.

Belajar Sains, Life Skill, dan Leadership

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Jamilah, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa Science Camp dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sains secara langsung kepada murid.

Melalui kegiatan di alam, murid diharapkan semakin peduli dan mampu menghargai lingkungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar murid dalam menghadapi TKA dan berbagai ujian lainnya.

“Science Camp juga diharapkan membuat murid semakin kreatif dan kompak dengan teman seangkatan,” jelasnya.

Selama kegiatan, murid akan mendapatkan materi yang tidak hanya berkaitan dengan science, tetapi juga life skill dan leadership.

Materi science yang akan dipelajari antara lain composting, budidaya maggot, budidaya kopi, dan apresiasi lingkungan.

Dengan demikian, tekannya, Science Camp 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan dengan pengalaman. Murid tidak hanya belajar tentang sains dari buku dan ruang kelas, tetapi juga mengamati, mencoba, bekerja sama, serta belajar memahami lingkungan secara langsung.

“Melalui semangat explore, learn, and grow together, perjalanan dua hari di alam diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi murid kelas IX untuk tumbuh menjadi pribadi yang semakin mandiri, peduli, kreatif, dan mampu bekerja sama,” harapnya. (*)

Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.