Liputan

Kader IPM Kids Mugeb Diajak Fokus Aksi Nyata tanpa Haus Pujian

15
×

Kader IPM Kids Mugeb Diajak Fokus Aksi Nyata tanpa Haus Pujian

Sebarkan artikel ini

Kader IPM Kids Mugeb Primary School mengikuti LDKS hari pertama dengan materi kepemimpinan yang seru, menenangkan, serta mengajarkan nilai kebaikan dan keikhlasan beramal.

Selawe.com – Kader IPM Kids Mugeb Primary School menyimak dua materi penting setelah menyelesaikan istirahat, shalat Zuhur, dan makan siang. Mereka menghadiri sesi ketiga yang menjadi materi penutup pada Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) hari pertama di aula sekolah, Jumat, 18 September 2026.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Mugeb Primary School, Siswanto, S.Pd.I., hadir langsung sebagai pemateri pemungkas. Sebelum memulai pemaparan, Ustadz Siswanto mengajak para siswa melakukan gerakan pemanasan sederhana.

Mereka mengangkat satu kaki dan berjalan jinjit bersama-sama. Aktivitas interaktif ini berhasil mengembalikan semangat serta membuat anak-anak lebih rileks sebelum menyerap materi bertema “Bermuhammadiyah Itu Menyenangkan dan Menenangkan”.

Di awal pemaparan, Ustadz Siswanto melontarkan pertanyaan interaktif untuk memantik perhatian seluruh kader. “Siapa yang orang tuanya Muhammadiyah? Siapa yang ibunya saja Muhammadiyah? Siapa yang ayahnya saja yang Muhammadiyah? Siapa yang orang tuanya bukan Muhammadiyah?” tanyanya.

Ia menekankan, semua yang beragama Islam, kitabnya Al-Qur’an, Tuhannya Allah, mereka adalah pengikut Nabi Muhammad Saw. Muhammadiyah atau bukan, semua beribadah kepada Allah SWT.

Ustadz Siswanto kemudian mengutip Surat Ali Imran ayat 104 yang diakhiri dengan wa ulaiku humul muflihun. “Kunci meraih kesuksesan adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ketika kamu tidak siap mengajak kebaikan dan tidak siap mencegah kemungkaran, berarti kamu tidak siap sukses,” tegasnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah menjadi wadah berkarya tanpa batas yang menyediakan ruang luas untuk menyalurkan gagasan. Selain itu, Muhammadiyah menawarkan ukhuwah yang luas dan hangat untuk menjalin pertemanan baik sebanyak-banyaknya.

“Kader IPM harus siap berpacu dan menerapkan fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Semangat ini menciptakan atmosfer yang dinamis dan sehat, di mana antar teman saling mengingatkan jika ada yang berbuat salah,” ujarnya.

Fokus Aksi Nyata tanpa Haus Pujian

Ustadz Siswanto menjelaskan, menjalankan agama di Muhammadiyah sangat menyenangkan dan tidak berlebihan. Mengutip pesan dalam Surat At-Taghabun, ia mengingatkan agar para kader bertakwa kepada Allah, mendengarkan nasihat, serta menginfakkan harta terbaik.

“Berinfaklah yang terbaik bagimu karena kebaikan itu akan kembali ke dirimu. Wajib siap berbagi, sebab nikmat terbaik akan kembali kepada dirimu dan Allah akan membalas setiap kebaikan yang kalian lakukan,” tuturnya.

Ia meminta seluruh siswa untuk berfokus pada aksi nyata dan pelaksanaan kegiatan, bukan berfokus pada apa yang ingin mereka peroleh.

“Fokuslah membuat kegiatan yang nyata. Selama kita berada di Muhammadiyah dan IPM, fokuskan semuanya karena Allah. Calon pemimpin sukses di Muhammadiyah tidak boleh haus akan pujian,” tambahnya.

Ia menekankan agar siswa tidak mengejar pujian manusia, melainkan mengejar ridha dan pujian Allah yang tercatat di Lauhul Mahfuz. Mengutip nilai dalam Surat Ar-Rahman ayat 39, ia berpesan agar kader siap beramal saleh tanpa kenal putus asa.

Sesi materi berlanjut dengan diskusi ketika salah satu kader PKS yang mengajukan pertanyaan tentang alasan harus memilih Muhammadiyah. Ustadz Siswanto menjawab bahwa Muhammadiyah konsisten mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai bukti keislaman, seperti sikap mau menerima nasihat.

Ia juga menegaskan, Muhammadiyah tidak memihak satu mazhab saja, melainkan mampu menampung semua golongan dari berbagai suku dan latar belakang.

Rangkaian materi LDKS hari pertama tersebut ditutup dengan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah di aula lantai dua. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah