Liputan

Kombel Spemdalas: Guru Dilatih Skill Manajemen Kelas

14
×

Kombel Spemdalas: Guru Dilatih Skill Manajemen Kelas

Sebarkan artikel ini
ICP
Komunitas Belajar (Kombel) bagi para guru Spemdalas, Jumat (18/9/2026).

Selawe.com – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik melaksanakan Komunitas Belajar (Kombel) bagi para guru, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan bertajuk “How to Open a Lesson, Apersepsi Digital: Seni Membuka Kelas Menuju Pembelajaran Mendalam” ini dilaksanakan di ruang kelas VIII International Class Program (ICP) Germanium pada pukul 13.00 WIB dan diikuti 14 guru.

Wakil Kepala bidang Kurikulum Spemdalas, Jamilah, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuannya memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan teknologi dalam membuka pembelajaran secara bilingual.

“Kegiatan ini diadakan sebagai tindak lanjut kegiatan workshop sebelumnya. Tujuannya untuk melatih skill para guru ICP dalam manajemen kelas. Kombel ini berisi praktik baik mengajar yang dilakukan oleh para guru. Jadi untuk para guru peserta kombel ini akan bergantian untuk menyampaikan praktik baiknya,” jelasnya.

Materi disampaikan oleh praktisi pengajar ICP, Putri Zulaiha Ria Agustina, S.Pd. Ia menekankan bahwa penguasaan tahap awal pembelajaran sangat penting agar suasana kelas menjadi lebih hidup dan bermakna.

Kegiatan berlangsung dinamis. Peserta tidak hanya menyimak teori, tetapi juga mempraktikkan materi secara langsung melalui metode peer teaching pada akhir sesi. Sebelumnya, peserta mendapat kesempatan bertanya jawab dengan pemateri.

Tampak para peserta kombel mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi yang disampaikan membedah alur pembukaan kelas yang terstruktur dan interaktif. Ada enam tahapan kunci yang dipelajari, yaitu greeting (menyapa), leading a prayer (memimpin doa), checking attendance (presensi), apperception (apersepsi digital), learning goals (tujuan pembelajaran), dan giving motivation (memberi motivasi).

“Ada sesi tanya jawab dan praktik peer teaching,” ungkapnya.

Putri juga mengapresiasi semangat para guru selama pelatihan. Menurutnya, potensi sumber daya manusia di Spemdalas sejak awal sudah sangat baik, sehingga penerapan pembelajaran bilingual hingga trilingual secara konsisten sangat mungkin diwujudkan.

“Melihat SDM di Spemdalas yang sejak awal memang sangat potensial, hal ini tentu sangat mungkin untuk diwujudkan secara konsisten,” tambahnya mantap.

“Semoga melalui diseminasi ini, saya dan para guru dapat menerapkan ketrampilan yang kami dapatkan di ruang kelas. Tidak hanya memadukan dua bahasa (bilingual), tetapi juga bisa dikombinasikan dengan bahasa ibu sehingga menjadi trilingual,” tuturnya. (*)

Penulis Granita. Editor Ichwan Arif.